Tukang Pijat Tewas Dibunuh di Kamar Kos di Gresik, Begini Kronologinya

Kompas.com - 09/12/2019, 13:33 WIB
Ilustrasi pembunuhan KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi pembunuhan

GRESIK, KOMPAS.com - Kasniti (49), warga Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik kota, Gresik, Jawa Timur, sehari-hari berprofesi sebagai tukang pijat, ditemukan tewas di kamar kos, Minggu (1/12/2019).

Kepolisian awalnya sempat kesulitan mengungkap kasus tersebut, lantaran tidak ditemukan identitas di lokasi.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, kejadian penemuan mayat bermula saat pemilik dan calon penghuni kos hendak masuk ke kamar, namun dalam keadaan tergembok dari luar.

"Terpaksa pintu dibuka, pemilik kos kemudian masuk kamar dan didapati jenazah Kasniti. Awalnya pemilik kos mengira itu boneka, namun dikuatkan dengan bau yang tidak sedap kemudian pemilik kos melaporkan kepada Polsek setempat," ujar Kusworo, Senin (9/12/2019).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Tukang Pijat di Gresik Berprofesi Tukang Jagal Sapi

Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan, evakuasi korban, serta olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Dari hasil tersebut, diketahui Kaniti merupakan korban pembunuhan yang dilakukan Untung (53), kelahiran Jombang, Jawa Timur.

"Ada beberapa dugaan-dugaan yang dimiliki oleh Satreskrim Polres Gresik, sehingga melakukan penyelidikan ke Berau di Kalimantan Timur. Kemudian dari sana kami berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Reskrim Polres Berau, sehingga bisa mengamankan saudara Untung sebagai tersangka," jelas Kusworo.

Untung, kata dia, tercatat merupakan penghuni kamar kos tempat lokasi Kasniti ditemukan tewas. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan Muhadi, pemilik kos. 

Baca juga: Asmara 7 Tahun Berujung Pembunuhan, Mayat Tukang Pijat Membusuk 5 Bulan di Kamar Kos

Di hadapan polisi, Untung mengaku nekad menghabisi nyawa korban karena kerap meminta sejumlah uang. 

Permintaan uang ini, dikarenakan antara korban dengan pelaku menjalin hubungan asmara, meskipun keduanya sudah memiliki keluarga.

"Dalam kurun satu minggu, (korban) bisa sekali atau dua kali minta sejumlah uang. Nominalnya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Mayat Perempuan Ditemukan Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo

Regional
Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Ini Cerita di Balik Video Viral 5 Tukang Becak Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh dan Sobek

Regional
Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Pengelola dan Karyawan Restoran Wajib Tes Swab, Ini Kata PHRI Sumbar

Regional
Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Adik Mantan Wali Kota Serang: Sejak Dulu Saya Budidaya Ganja, Kata Siapa Sembunyi-sembunyi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X