Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Lebih Dekat Klinik Berhenti Merokok di Surabaya, Gunakan Terapi SEFT

Kompas.com - 05/12/2019, 09:00 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Klinik berhenti merokok saat ini telah ada di seluruh puskesmas di Kota Surabaya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, layanan klinik berhenti merokok tersebut sudah ada sejak 2017 lalu.

Di klinik-klinik tersebut, Dinas Kesehatan Surabaya juga menyediakan psikolog untuk melakukan hipnoterapi atau Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) bagi para perokok yang ingin berhenti.

Berikut ini faktanya:

1. Alasan menggunakan SEFT

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria RachmanitaKOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita

Terapi SEFT, menurut Feni, sudah banyak membantu warga yang ingin berhenti dari kebiasaan merokok.

"Dengan terapi SEFT agar berhenti merokok, ada titik-titik dari bagian tubuh yang dipijit. Memang ada yang sampai berhenti tidak merokok lagi," ujar Feni.

Namun demikian, Feni mengakui, untuk bisa berhenti total dari kebiasaan merokok, tidaklah mudah dilakukan. Terlebih lagi jika kebiasaan merokok itu sudah berlangsung lama.

Baca juga: Klinik Berhenti Merokok Ada di Seluruh Puskesmas di Surabaya, Mau Coba?

2. Solusi konkrit Perda Kawasan Tanpa Rokok (KRT)

Ilustrasi rokokShutterstock Ilustrasi rokok

Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) telah dicanangkan Pemkot Surabaya.

Menurut Febri, klinik tersebut bukan sekedar mengikuti peraturan daerah, namun bukti konkret Dinas Kesehatan Surabaya ingin melindungi masyarakat dari bahaya merokok.

"Tetapi, di samping peraturan itu, kami Dinas Kesehatan juga menyediakan solusi konkret dengan membuka klinik berhenti merokok," kata Febria, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: 4 Fakta Balita Tewas Usai Berobat, Kulit Seperti Melepuh hingga Bantahan Pihak Klinik

3. Butuh kemauan kuat dari perokok

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Menurut Feni, untuk bisa berhenti total dari kebiasaan merokok, butuh kemauan kuat dari perekok.

Apalagi, kebiasaan merokok itu sudah berlangsung lama. Meski begitu, berhenti dari kebiasaan merokok tetap saja bisa dilakukan, asal ada kemauan kuat dari perokok yang memang punya keinginan untuk berhenti total.

"Karena ini berkaitan dengan psikologis ya. Kalau tidak berhasil (berhenti merokok), berarti tidak ada kemauan yang kuat," ujar dia.

Ia menyampaikan, kebiasaan orang merokok biasanya didorong karena si perokok ingin menghilangkan stres.

Baca juga: Suasana Tegang saat Utusan Korsel Minta Kim Jong Un Berhenti Merokok

4. Siap layani permintaan warga

Ilustrasi: Dilarang merokok.SHUTTERSTOCK Ilustrasi: Dilarang merokok.

Feni menjelaskan, bagi warga yang ingin berhenti merokok bisa datang langsung ke puskesmas. Pihaknya juga akan mendatangi warga jika ada permintaan.

"Jadi, untuk berhenti merokok, selain warga datang ke puskesmas, petugas juga bisa berkunjung ke kantor jika ada permintaan," ucap Feni.

Seperti diketahui, dampak negatif dari merokok bisa menderita beebagai penyakit, salah satunya adalah stroke, paru-paru hingga kanker tenggorokan.

Karena dampak negatif dari merokok itulah, menurut Feni, Pemkot Surabaya membuka klinik berhenti merokok di seluruh puskesmas di Kota Surabaya.

Baca juga: Kerap Diprotes Cucu, Wali Kota Solo Akhirnya Berhenti Merokok

(Penulis: Kontributor Surabaya, Ghinan Salman | Editor: Khairina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com