Balita di Madiun Meninggal dengan Kulit Melepuh Setelah Berobat di Klinik

Kompas.com - 04/12/2019, 23:25 WIB
Jenazah Muhamad Noval Mohtarom (4) saat hendak dimakamkan, Rabu (4/12/2019). ANTARA/HO-AspriJenazah Muhamad Noval Mohtarom (4) saat hendak dimakamkan, Rabu (4/12/2019).

KOMPAS.com - Seorang balita di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meninggal dunia dengan kondisi kulit melepuh.

Diduga balita tersebut keracunan obat yang diberikan oleh petugas klinik di tempatnya berobat.

Korban adalah Muhamad Noval Mohtarom (4), anak dari pasangan Sadikan dan Tarmiyati warga Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, yang meninggal pada Rabu (4/12/2019) sekitar pukul 04.00 WIB.

Paman korban, Lamidi mengatakan, Noval awalnya sakit panas. Kemudian orangtuanya memeriksakan ke Klinik Pratama Wahyu Husada di Desa Dimong, Madiun, pada Minggu (1/12/2019).

"Noval lalu diberi sejumlah obat dan diminta mengonsumsi obat yang diberikan oleh petugas kesehatan klinik tersebut," ujar Lamidi, kepada wartawan di Madiun, Rabu.

Baca juga: Balita 2,5 Tahun Patah Tulang Diinjak Pacar Ibunya

Kemudian korban dibawa pulang oleh orangtuanya karena tidak perlu rawat inap.

Sepulang dari klinik, orangtua Noval memberi korban obat dari klinik tersebut. Namun, tak selang lama kemudian muncul bintik-bintik pada kulit Noval. Kulit Noval kemudian melepuh.

Karena kondisinya tak membaik dan masih panas, pada keesokan harinya, Senin (2/12/2019), Noval kembali dibawa ke klinik yang sama oleh orangtuanya dan diberikan obat lagi.

"Setelah itu justru melepuhnya tambah membesar dan kemudian dibawa ke RS Santa Clara Madiun," kata dia.

Korban dibawa ke RS Santa Clara, Senin. Hingga akhirnya korban meninggal dunia di rumah sakit itu, Rabu pagi.

Pihak keluarga yang janggal dengan kematian korban, akhirnya melapor ke polisi. Keluarga menduga korban keracuan obat.

Kapolsek Wungu AKP J Nugroho mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga Noval.

Kasus tersebut masih didalami lebih lanjut dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Sementara, pemilik Klinik Wahyu Husada, Sumijati, menolak tuduhan adanya malapraktik.

Dia menegaskan petugas medis di kliniknya telah memberikan obat sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita pasien.

"Semua penanganan kesehatan dan obat yang diberikan telah berdasarkan hasil rekam medis. Pasien datang dengan keluhan panas, batuk, dan pilek," kata Sumijati.

Baca juga: Kecelakaan Mobil di Pantura, Seorang Balita Tewas, Ibunya Luka Berat

Menurut dia, dosis yang diberikan kepada pasien telah sesuai. Apalagi, Noval merupakan pasien klinik itu.

Pada tahun 2016, Noval pernah dirawat di Klinik Wahyu Husada dengan penyakit hampir sama, yakni panas, batuk, pilek, dan diare.

Saat itu obat-obat yang diberikan pun jenisnya sama seperti obat yang diberikan sekarang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 1 Desember 2020

Regional
Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Kota Bandung Zona Merah, Kini Tidak Ada Toleransi bagi yang Tak Bermasker

Regional
Ini Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun

Ini Strategi Bali Tekan Penyebaran Covid-19 Jelang Pilkada dan Libur Akhir Tahun

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 1 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 1 Desember 2020

Regional
Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan, Tetangga: Takut Ada Keributan

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan, Tetangga: Takut Ada Keributan

Regional
Truk Tabrak 4 Kendaraan dan Gerobak di Sumedang, 1 Orang Tewas

Truk Tabrak 4 Kendaraan dan Gerobak di Sumedang, 1 Orang Tewas

Regional
Gubernur Riau Positif Covid-19, Awalnya Tak Enak Badan Usai Rapat dengan DPRD

Gubernur Riau Positif Covid-19, Awalnya Tak Enak Badan Usai Rapat dengan DPRD

Regional
Riwayat Kegiatan Wali Kota Malang Sebelum Positif Covid-19, Sempat Interaksi dengan Bupati Situbondo

Riwayat Kegiatan Wali Kota Malang Sebelum Positif Covid-19, Sempat Interaksi dengan Bupati Situbondo

Regional
Kisah Pilu Makmur, Tas Berisi Uang Hasil Mengemis Selama 1 Bulan Dijambret

Kisah Pilu Makmur, Tas Berisi Uang Hasil Mengemis Selama 1 Bulan Dijambret

Regional
Ganjar Minta Sekolah yang Jadi Klaster Covid-19 Ditutup

Ganjar Minta Sekolah yang Jadi Klaster Covid-19 Ditutup

Regional
Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan: Mahfud Keluar, Jangan Ngumpet

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan: Mahfud Keluar, Jangan Ngumpet

Regional
Detik-detik 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua

Detik-detik 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua

Regional
Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Rumah, Sepeda Motor, dan Gerobak Mi, Sopir Sempat Terjepit

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Rumah, Sepeda Motor, dan Gerobak Mi, Sopir Sempat Terjepit

Regional
Lahar Panas Gunung Semeru Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Lahar Panas Gunung Semeru Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X