Kondisi Bocah yang Dipukul dan Dipaksa Mengemis oleh Ibunya Kini Membaik

Kompas.com - 04/12/2019, 19:44 WIB
M (36) saat diperiksa penyidik PPA Polsek Panakkukang terkait dugaan eksploitasi dan kekerasan yang dilakukan terhadap anaknya, SR (9) di Polsek Panakkukang, Makassar, Selasa (3/12/2019). KOMPAS.com/HIMAWAN M (36) saat diperiksa penyidik PPA Polsek Panakkukang terkait dugaan eksploitasi dan kekerasan yang dilakukan terhadap anaknya, SR (9) di Polsek Panakkukang, Makassar, Selasa (3/12/2019).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kondisi mental dan fisik SR (9) bocah yang jadi korban kekerasan dan eksploitasi ekonomi ibu kandungnya sendiri berangsur membaik usai dirawat secara intensif di rumah aman P2TP2A Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kota Makassar

Kadis PPPA Kota Makassar Andi Tenri Palallo mengatakan bahwa tidak hanya dokter medis yang menangani SR sejak diamankan tim reaksi cepat P2TP2A usai ibunya, M, ditangkap di Kecamatan Panakkukang, Senin (2/12/2019) lalu. 

"Sekarang psikolog juga kita panggil untuk penanganan trauma healing, karena penanganannya lama kalau anak-anak begini," kata Tenri Palallo saat ditemui di kantornya, Rabu (4/11/2019). 

Tenri mengatakan bahwa SR kini sudah mulai berbaur dengan rekan-rekannya di rumah aman. Bahkan, SR sudah berani menyebut kepada pendampingnya bahwa ia dan ibunya sangat dekat. 

Baca juga: Ironi Pendidikan di Flores, 9 Tahun Siswa SD Belajar di Bangunan Darurat yang Reyot

SR juga sempat menangis mencari ibunya meski sudah menjadi korban kekerasan ibu kandungnya sendiri. 

"Jadi saya bilang kamu harus tersenyum, harus perbaiki perasaan supaya bisa dipertemukan sama mamamu," tutur Tenri. 

Tenri mengatakan bahwa pihaknya akan fokus membantu SR dalam bidang pendidikan dengan menyediakan tempat bagi SR belajar usai dua tahun mengalami kendala di sekolahnya karena disuruh mengemis oleh ibu kandungnya. 

Ia menyebut, SR sudah dinonaktifkan oleh pihak sekolah karena terbengkalai saat harus menuruti keinginan orangtuanya. 

"Memang sudah tidak aktif di sekolah, kelihatannya karena keseringan di jalan maka sekolah dianggap prioritas kesekian," kata Tenri. 

Baca juga: Kisah Sedih Dimas, Bocah 12 Tahun dengan Bobot 10 Kg: Lahir Prematur 5 Bulan, Ibu Meninggal karena Kanker Serviks

Eksploitasi anak kandung

Sebelumnya diberitakan polisi menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial M (36) usai diduga melakukan eksploitasi terhadap anak kandungnya SR (9) yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Senin (2/12/2019) malam. 

Tindakan M pertama kali diketahui usai videonya yang memukul anaknya sendiri viral di media sosial. Kapolsek Panakukkang Kompol Jamal Fathurrahman mengungkapkan bahwa selain mengeksploitasi, M juga kerap melakukan kekerasan terhadap anaknya tersebut. 

Jamal menyebut M kerap menyuruh anaknya mengemis di salah satu mal yang berada di Kecamatan Panakkukang, Makassar. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X