Cerita Warga Bertahan di Tengah Banjir Rokan Hulu, Setiap Keluar Rumah Takut Buaya dan Ular

Kompas.com - 30/11/2019, 06:29 WIB
Warga mengarungi banjir untuk menuju rumahnya di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/IDONWarga mengarungi banjir untuk menuju rumahnya di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Jumat (29/11/2019).

PEKANBARU, KOMPAS.com — Lebih kurang sepekan banjir menggenangi permukiman di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.

Selama rumah tergenang, warga tetap melakukan aktivitas, seperti belanja ke warung, mengantar anak ke sekolah atau keperluan lain.

Salah satunya Lilis Suryani. Ibu rumah tangga berusia 47 tahun ini mengaku hampir setiap hari mengarungi banjir untuk pergi keluar.

Untuk pergi keluar, warga Dusun II Delapan Tali, ini berjalan kaki menembus genangan setinggi 70 sentimeter. 

Rumahnya yang terendam air berjarak sekitar 500 meter dari pinggir jalan lintas Riau-Sumut.

Baca juga: Anak-anak Korban Banjir Bandang Solok Selatan Mulai Terserang Penyakit

Namun, saat melewati air, Lilis mengaku mulai takut dengan binatang buas yang ada di air.

"Saya takut sama buaya dan ular," kata Lilis saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (29/11/2019).

Dia mengatakan, buaya memang jarang muncul saat banjir di kawasan Dusun II Delapan Tali. 

Namun, Lilis takut karena waktu banjir pada November 2018 seorang bocah laki-laki pernah tewas diterkam buaya di Dusun I Harapan, yang berjarak sekitar dua kilometer dari Dusun II Delapan Tali.

Sebab, di sekitar permukiman Desa Sontang ini terdapat  rawa-rawa dekat Sungai Rokan Kiri  yang menjadi sarang buaya. 

Lilis juga takut ular saat melewati air. Sebab, dua hari lalu dia melihat ular cukup besar berenang di air.

"Waktu itu saya mau ke warung, tiba-tiba ada ular berjalan dekat saya. Jadi saya cepat-cepat pergi," katanya.

Meski memiliki perahu, Lilis tidak bisa mendayung sehingga terpaksa berjalan kaki walaupun ada yang ditakuti.

"Gak bisa bawa perahu, jadi jalan kaki saja. Kalau kita gak ganggu (binatang) kan gak apa-apa," ujar Lilis.

Diberitakan sebelumnya, setelah banjir surut di kawasan Kota Pasir Pengaraian, kini banjir terjadi di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau. 

Banjir di Bonai Darussalam terus meluas hingga merendam ribuan rumah warga.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, banjir di Bonai Darussalam merendam lima desa.

Berikut data warga di lima desa yang terdampak banjir. Desa Sontang 526 KK, Desa Kasang Mungkal 140 KK, Desa Teluk Sono 145 KK, Desa Kasang Padang 60 KK dan Desa Bonai 1,009 KK. Jika dijumlahkan, totalnya 1,880 KK.

Selain rumah warga, kata Sunarto, banjir juga melanda sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, rumah ibadah, posyandu, hingga ruas jalan lintas.

Sunarto menyampaikan, Kapolres Rohul AKBP Dasmin Ginting beserta jajarannya telah mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan bencana alam tersebut. 

"Petugas di sana telah mendirikan posko tanggap darurat untuk pengungsian warga, dan meninjau jalan lintas yang juga terdampak banjir," kata Sunarto.

Selain itu, kata dia, petugas mengimbau warga waspada saat beraktivitas jika debit air terus naik. Kemudian, personel siaga di lokasi apabila warga membutuhkan evakuasi. 

Sunarto mengatakan, genangan banjir di Bonai Darussalam mulai naik sejak, Selasa (26/11/2019). 

Baca juga: Kedinginan Dikepung Banjir, Keluarga di Rokan Hulu Ini Dievakuasi

Saat ini, ketinggian air di permukiman warga bervariasi, mulai dari 40 cm hingga 60 cm. 

"Untuk penyebab banjir, diakibatkan curah hujan yang tinggi dan luapan air Sungai Rokan. Sejauh ini tidak ada korban jiwa," kata Sunarto.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Regional
Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X