6 Siswi Korban Pencabulan Guru Kontrak Alami Trauma hingga Didampingi Psikolog

Kompas.com - 28/11/2019, 14:48 WIB
Enam siswi kelas IV Sekolah Dasar (SD)  di Kota Banda Aceh menjadi korban pencabulan gurunya sendiri saat jam belajar  diruang kelas.  Aksi bejat pelaku terungkap setelah enam siswi menjadi korban pencabulan secara bergilir dalam kurun waktu selama dua bulan. Rabu (27/11/2019). KOMPAS.COM/TEUKU UMAREnam siswi kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kota Banda Aceh menjadi korban pencabulan gurunya sendiri saat jam belajar diruang kelas. Aksi bejat pelaku terungkap setelah enam siswi menjadi korban pencabulan secara bergilir dalam kurun waktu selama dua bulan. Rabu (27/11/2019).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto mengatakan jika enam siswi yang menjadi korban pencabulan guru kontrak di sekolahnya saat jam belajar sudah dilakukan visum. 

Untuk mereka, sudah diminta ada pendampingan dari psikolog P2TP2A.

"Korban terlihat trauma, sehingga kami minta pendampingan dari psikolog P2TP2A, namun korban masih sekolah seperti biasa," ujar Trisno saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (28/11/2019).

Menurut dia,  Polresta Banda Aceh sepanjang tahun 2019 ini setidaknya telah mengungkap 20 kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur. 

Namun korban siswi pencabulan yang dilakukan gurunya di sekolah saat jam belajar baru kali ini terjadi di Banda Aceh.

"Kasusnya ada 20 tindak pidana pencabul terhadap anak dibawah umur, lokasinya berbeda, ada yang di rumah, dilakukan orang terdekat korban, TKP di sekolah baru ini yang terungkap," ujarnya.

Baca juga: Guru Kontrak Cabuli 6 Siswi di Ruang Kelas SD Saat Jam Belajar

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelaku sudah beristri dan punya 2 anak

Dia menambahkan jika S (39), pelaku pencabulan enam siswi SD di Banda Aceh diketahui telah beristri dan memiliki dua orang anak perempuan.

Istri dan  dua anak S tinggal di Kabupaten Pidie, Aceh.

"Tersangka sudah beristri dan memiliki dua anak tinggal di Pidie, sementara selama kontrak di SD tinggal di kawasan Asoe Nanggroe Banda Aceh," kata Trisno.

Menurut Trisno,  penyidik masih melakukan pemeriksaan  terhadap pelaku dan saksi - saksi, namun hingga saat ini korban siswi kelas IV SD di Banda Aceh itu masih enam orang orang.

"Masih dilakukan pemeriksaan terhadap perbuatan tersangka dan saksi-saksi, kami belum kembangkan sebelumnya tersangka berkerja di sekolah mana," katanya.

Baca juga: Berkedok Main Sunat-sunatan, Pedagang Martabak Cilor Cabuli 3 Siswi SD

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.