Kompas.com - 27/11/2019, 15:36 WIB
BNN dan Mabes Polri memeriksa lab produksi narkoba jenis pil PCC di Pabrik Narkoba Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHABNN dan Mabes Polri memeriksa lab produksi narkoba jenis pil PCC di Pabrik Narkoba Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Sembilan orang tersangka yang tertangkap jaringan pabrik narkoba jenis pil paracetamol, cafein, carisprodol (PCC) di Kota Tasikmalaya diancam hukuman mati.

Mereka adalah pelaku yang ditangkap di tiga lokasi yakni MJP (24) asal pelajar asal Cilacap, HE (39) asal asal Purwokerto, dan SU (38) asal Kota Tasikmalaya ditangkap saat penggerebakan pabrik.

DPM (25) asal Cilacap, EC (24) asal Cilacap dan YE (27) asal Cilacap, ditangkap di sebuah gudang di Cilacap, serta AM (57) asal Bandung, SE (62) asal Cilacap dan NJ (25) asal Demak, ditangkap di salah satu rumah makan di Purwokerto.

Baca juga: Pabrik Narkoba di Tasikmalaya Produksi 120.000 Pil PCC Per Hari

"Sembilan calon tersangka diancam Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat (1) 112 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati," kata Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Polisi Arman Depari, di Kota Tasikmalaya, Rabu (27/11/2019).

Sampai saat ini, lanjut Armand, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait peran masing-masing pelaku.

Namun, saat ditangkap, pihaknya telah mendapatkan barang bukti dua juta pil PCC yang diamankan dari kesembilan pelaku tersebut.

"Mereka jaringan internasional narkoba, dan jaringan besar narkotika di Indonesia," tambah dia.

Baca juga: BNN Sebut Pabrik Narkoba di Tasikmalaya Mampu Produksi Jutaan Pil PCC

Pihaknya masih mencari pelaku lainnya yang terlibat dalam jaringan narkoba internasional tersebut.

Diberitakan sebelumnya, BNN bersama Bareskrim Polri mengungkap jaringan pabrik yang memproduksi narkoba jenis pil PCC di Gunung Gede Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, Selasa (26/11/2019).

Dalam pabrik tersebut diamankan sebanyak dua juta pil PCC siap edar beserta alat-alat pembuatnya dan bahan baku untuk jutaan pil obat-obatan terlarang tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X