WN Jepang Lompat dari Lantai 2 Apartemen di Bali, Ada Bekas Cekikan di Leher

Kompas.com - 25/11/2019, 16:56 WIB
Lokasi jatuhnya WN Jepang dari lantai dua apartemen di Pemogan, Denpasar, Senin (25/11/2019). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINLokasi jatuhnya WN Jepang dari lantai dua apartemen di Pemogan, Denpasar, Senin (25/11/2019).

DENPASAR, KOMPAS.com - Seorang warga negara Jepang bernama Mika Hasegawa (38) dilaporkan melompat dari lantai dua apartemen di kawasan Pemogan, Denpasar, Senin (25/11/2019) pukul 08.00 Wita.

Korban ditemukan pertama kali oleh I Gede Yoga Saputra, penjaga apartemen Sun Residence.

Saat itu, Yoga datang ke apartemen sekitar pukul 08.00 Wita. Sekitar 10 menit kemudian, ia mendengar suara minta tolong dari arah belakang apartemen.


Baca juga: Mengaku Dibuntuti, Turis Jepang Lompat dari Lantai 2 Apartemen di Bali

Setelah diperiksa ternyata ada korban yang sudah dalam posisi tergeletak. Ia kemudian memanggil temannya dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Yoga menuturkan, saat ditemukan, korban masih sadarkan diri. Dari yang ia lihat, nampak leher korban seperti memar bekas cekikan.

"Kulitnya kan putih jadi kelihatan merah di lehernya seperti bekas dicekik," katanya, Senin sore.

Kepala Polsek Denpasar Selatan Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan, ada dugaan korban dirampok.

Ia mengatakan, korban hingga kini masih koma di RS BIMC, Kuta, Badung.

"Ada dugaaan dirampok, tapi kita masih belum bisa pastikan apanya yang hilang karena korban masih koma di BIMC," katanya, Senin (25/11/2019).

Baca juga: Ada Pendarahan di Otak, Siswa yang Lompat Saat Kebakaran di SMK Yadika 6 Dioperasi

Diberitakan sebelumnya, Mika Hasegawa dilaporkan melompat dari lantai dua apartemen di kawasan Pemogan, Denpasar, Senin (25/11/2019) pukul 08.00 Wita.

Wirajaya mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa tersebut.

Namun, informasi sementara, korban nekat melompat karena diduga ada seorang laki-laki yang membuntutinya.

"Hanya itu yang dapatkan informasi karena korbannya sementara masih dirawat dan belum bisa berbicara," kata Wirajaya, Senin (25/11/2019) siang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami retak pada tulang lehernya.

Korban hingga saat ini masih belum bisa diajak komunikasi dan masih dirawat di Rumah Sakit BIMC, Kuta, Badung.

"Itu yang menyebabkan dia tidak bisa berbicara sehingga fokus dulu untuk melakukan perawatan dan belum bisa ditemui," katanya.

Kasus tersebut kini sudah dilaporkan ke pihak Polsek Denpasar Selatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X