Ini Alasan Kakek Warsidi Tak Ingin Cucunya yang Aniaya Dirinya, Dipenjara

Kompas.com - 22/11/2019, 16:32 WIB
Warsidi (65), kakek korban penganiayaan yang dilakukan oleh cucunya. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINWarsidi (65), kakek korban penganiayaan yang dilakukan oleh cucunya. KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATIN

KOMPAS.com - Meski telah dianiaya oleh cucunya sendiri, seorang kakek di Kendal, Jawa Tengah, Warsidi (65), memohon kepada polisi untuk tidak menahan YS (22). 

Hal ini terbukti saat kakek berusia 65 tahun, di Dusun Delesari, RT 3 RW 4, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah, memohon kepada polisi untuk tidak memenjarakan YS yang sebelumnya telah menganiaya dirinya.

Video penganiayaan Warsidi sempat jadi viral di media sosial setelah diunggak oleh sebuah akun Twitter @Airin_NZ.


“Saya ingin cucu saya pulang,” kata Warsidi, Kamis (21/11/2019).

Tak hanya itu, dirinya mengancam akan ikut tidur di dalam penjara jika polisi tetap menahan YS.

Baca juga: Viral Video Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Ternyata gara-gara Pakan Ikan

Seperti diketahui, usai dimintai keterangan oleh polisi, dirinya mengaku sudah ikhlas dan tidak alami luka-luka apapun.

“Saya waras, saya tidak apa-apa,” ujarnya di Polres Kendal.

Warsidi juga menceritakan, YS telah ikut dia sejak kecil. Cucunya juga sempat bekerja di Malaysia, dan lebaran kemarin ia minta supaya pulang.

Warsidi menceritakan, cucunya marah kepada dirinya, karena ada sisa pakan ikan yang masuk ke mulut pelaku saat berkumur.

Dalam keadaan marah, cucunya kemudian menendang dan memukul Warsidi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X