Sobek Spanduk PMII, Dosen Filsafat IAIN Madura Akan Dipecat dari Senat

Kompas.com - 20/11/2019, 19:29 WIB
Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim saat menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung rektorat terkait peristiwa perusakan banner PMII, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANRektor IAIN Madura, Mohammad Kosim saat menemui mahasiswa yang berunjuk rasa di depan gedung rektorat terkait peristiwa perusakan banner PMII, Rabu (20/11/2019).

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Eko Ari Widodo, dosen filsafat IAIN Madura Pamekasan, diusulkan untuk dipecat dari anggota senat fakultas Syariah IAIN Madura.

Selain itu, Eko juga diusulkan agar dipecat dari jabatannya sebagai koordinator jurnal IAIN Madura.

Usulan itu disampaikan oleh Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim saat menjawab tuntutan ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di depan kantor rektorat IAIN Madura, Rabu (20/11/2019).

Kosim mengatakan, Eko Ari Widodo diusulkan kepada Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis untuk dipecat dari anggota senat dan koordinator jurnal. Sedangkan tuntutan yang lain, Kosim masih akan membicarakannya lagi di tingkat pimpinan.

"Tuntutan pemberhentian sebagai dosen IAIN Madura dan sebagai ASN, perlu dilakukan pemeriksaan sesuai aturan sebagai ASN," ujar Kosim.

Baca juga: Sobek Spanduk PMII, Dosen Filsafat IAIN Madura Didemo Ratusan Mahasiswa

Sebelumnya, pada hari Senin (17/11/2019), ratusan kader PMII Komisariat IAIN Madura berunjuk rasa di depan kantor rektorat.

Mereka menyampaikan empat tuntutan. Pertama, memecat Eko sebagai anggota senat, ketua dewan jurnal, dosen IAIN Madura dan sebagai ASN.

Keempat tuntutan itu tidak bisa dipenuhi hari itu juga, karena Mohammad Kosim sedang berada di Jakarta.

Demonstrasi itu dipicu oleh perusakan spanduk PMII Rayon Fakultas Syariah IAIN Madura oleh Eko Ari Widodo pada Jumat (15/11/2019). Selain disobek, banner tersebut dibuang ke sampah.

Tindakan itu diketahui oleh sejumlah mahasiswa. Saat ditanyakan perbuatannya itu, Eko mengaku bahwa organisasi ekstra kampus dilarang berada di dalam area kampus.

Baca juga: Asrama Mahasiswa dan Sekretariat PMII Makassar Diserang OTK, 1 Orang Terluka

Namun, Eko mengaku bahwa perbuatannya itu khilaf. Ia sudah minta maaf kepada seluruh kader PMII. Tindakannya itu bukan bermaksud melecehkan organisasi PMII.

Ia mengaku berpikir tentang aturan kampus bahwa kegiatan organisasi ekstra kampus, sebaiknya tidak dilaksanakan di kampus.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Sekda Grobogan Positif Covid-19, Pemkab Gelar Rapid Test dan Swab Massal

Regional
Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Banjir Genangi Bandara Andi Djemma Masamba, Penerbangan Ditunda 14 Hari

Regional
Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Regional
Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Regional
Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Regional
Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Regional
Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X