Dua Terduga Teroris Kasus Bom Medan Menyerahkan Diri ke Polsek Hamparan Perak

Kompas.com - 18/11/2019, 10:22 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, hingga kini sudah 23 tersangka diamankan tim gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan dibantu tim Densus 88 Mabes Polri. Dua orang di antaranya menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak pada Minggu (17/11/2019). KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, hingga kini sudah 23 tersangka diamankan tim gabungan dari Polda Sumatera Utara, Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan dibantu tim Densus 88 Mabes Polri. Dua orang di antaranya menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak pada Minggu (17/11/2019).

MEDAN, KOMPAS.com - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan jika ada dua terduga teroris yang sebelumnya buron, telah menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Pera, Deli Serdang, pada Minggu (17/11/2019). 

Kemudian, ada tiga terduga teroris lagi yang ditangkap di Medan pada Minggu. Dengan demikian, total terduga teroris yang sudah ditahan berjumlah 23 orang. 

Semua terduga teroris yang diamankan ini ditahan di Rutan Polda Sumut. 

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, di Jalan Wahid Hasyim Medan, pada Senin (18/11/2019) pagi. 

Baca juga: Pasca-Bom Medan, BNPT Minta Ada Koordinasi soal Aturan Kunjungan Napi Terorisme

"Sampai saat ini sudah 23 tersangka yang diamankan. Kemarin 18, sekarang tambah 5," katanya.

Menurut dia, penangkapan para terduga teroris tersebut merupakan pengembangan kasus dari ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan yang dilakukan tersangka Rabbial MN pada Rabu (13/11/2019). 

Pengungkapan kasus ini merupakan operasi gabungan Polda Sumut, Polrestabes Medan, polres Belawan dan Densus 88 Polri. 

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

Diekspos Mabes Polri, polisi temukan senjata rakitan

Menurut Kapolda Sumut, dari lima orang tambahan itu, dia enggan menyebutkan inisial mereka karena nantinya akan diekspos oleh Mabes Polri.

"Mungkin tempatnya bisa di sini atau di Jakarta," ujarnya.

Agus menambakan, dari lima tersangka itu, saat penggeledahan di tempat tinggal mereka pihaknya menyita senjata rakitan, panah beracun, senjata tajam (sangkur) dan juga senapan angin.

Dikatakannya, dari hasil pengembangan, siapapun yang masih di dalam jaringan kelompol ini, pihaknya masih akan melakukan upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca juga: Ini Tiga Sebab Menguatnya Sikap Intoleransi di Indonesia Versi Polri

Agus mengungkapkan, ancaman radikalisasi ini semakin besar. Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sangat luar biasa. Hal ini, lanjut Agus, ini menjadi PR bersama. 

Sehingga jika ada kelompok yang ekslusif dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat, anti kepada pemerintah, sering menyebarkan berita-berita yang belum jelas, dia mengajak masyarakat melaporkannya ke aparat setempat.

"Tolong sampaikan ke aparat TNI - Polri, Bhabinsa, Babin Kamtimbas, sehingga bisa diantisipasi mereka kita awasi pergerakannya," katanya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 ODP Asal Bangladesh Tertahan di Pangkalpinang, 1 Meninggal Dunia

7 ODP Asal Bangladesh Tertahan di Pangkalpinang, 1 Meninggal Dunia

Regional
Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Regional
Banyak Pasien ODP dan PDP di Manado, Legislator Sulut Minta Rapid Test Dipercepat

Banyak Pasien ODP dan PDP di Manado, Legislator Sulut Minta Rapid Test Dipercepat

Regional
Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Regional
UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

Regional
Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X