Lowongan CPNS untuk Cumlaude dan Disabilitas, Ini Syaratnya

Kompas.com - 14/11/2019, 14:53 WIB
Ilustrasi CPNS Kemenristekdikti 2018 Dok. KemenristekdiktiIlustrasi CPNS Kemenristekdikti 2018


PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemkab Probolinggo menyiapkan 10 formasi untuk cumlaude dan penyandang disabilitas.

Kepala Diskominfo, Statistik dan Persandian Yulius Christian mengatakan, tahun ini Kabupaten Probolinggo mendapat kuota 399 lowongan CPNS. Dari ratusan kuota itu, didominasi tenaga kesehatan.

Yulius menambahkan, rekrutmen CPNS serentak diumumkan Senin (11/11/2019) se-Indonesia.

Baca juga: Kisah Inspiratif, Sriyono Guru PAUD Penyandang Disabilitas dari Blora

 

Rekrutmen diumumkan langsung oleh Kemenpan-RB. Namun, daerah tetap ikut membantu menyosialisasikan dan mengumumkannya.

“Kami sudah umumkan di website Pemkab Probolinggo dan BKD Kabupaten Probolinggo,” kata Yulius, Kamis (14/11/2019).

Dari 399 kuota CPNS di Kabupaten Probolinggo, ada 10 formasi khusus dan 389 formasi umum. Formasi khusus itu adalah formasi cumlaude dan formasi disabilitas.

Sedangkan, formasi umum untuk tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

“Paling banyak kuota CPNS untuk formasi tenaga kesehatan sebanyak 254 kuota. Urutan kedua tenaga pendidik sebanyak 111 kuota dan terakhir tenaga teknis 12 kuota,” ujar Yulius.

Dengan adanya rekrutmen CPNS, Yulius berharap bisa menutupi sebagian kekurangan PNS di lingkungan Pemkab Probolinggo. Meski kebutuhan PNS mencapai ribuan.

“Sekarang masih tahap pengumuman. Untuk teknis pendaftaran dan tahapan selanjutnya akan diumumkan kembali sesuai kebijakan dari pusat,” ujar dia.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, Data dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah setempat Karyadi menjelaskan, 10 formasi khusus disediakan untuk cumlaude dan penyandang disabilitas, dengan sejumlah persyaratan.

Baca juga: Pendaftaran CPNS di Pemkab Gresik Baru Mencapai 242 Orang

Menurutnya, untuk pelamar CPNS cumlaude syaratnya antara lain ijazah sesuai kualifikasi pendidikan, dan berasal dari perguruan tinggi dalam negeri.

"Perguruan tingginya harus terakreditasi A, program studinya juga terakreditasi A. Pelamar harus melengkapi keterangan cumlaude yang ada di transkrip nilai," ujar dia.

Untuk penyandang disabilitas, persyaratannya juga ada. Pelamar disabilitas mengalami keterbatasan fisik, baik disebabkan kecelakaan maupun ada bagian tubuh yang tidak berfungsi.

"Tapi pelamar dari disabilitas harus bisa mengetik, menganalisa dan menyampaikan buah pikiran serta berdiskusi. Mampu melihat, mendengar dan berbicara dengan baik. Lalu mampu bergerak dengan alat bantu kecuali kursi roda, serta dapat melaskanakan tugas kedinasan," ujar Karyadi. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Kronologi Bentrok Warga Dua Desa di Tapanuli Selatan: Dipicu Tembakan dari Senjata Mainan hingga Massa Bakar Rumah dan Motor

Regional
'Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin'

"Surabaya Bisa Jadi Wuhan kalau Warganya Tidak Disiplin"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X