Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Kompas.com - 12/11/2019, 17:56 WIB
MSJ alias Marmada (21),  salah satu tersangka pembegal taksi online, saat berada di Polresta Palembang, Selasa (12/11/2019). Dalam aksi begal tersebut, Marmada dan rekannya BS yang kini DPO telah melukai korban Nopa Hadinata (37) dengan 23 tusukan. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMSJ alias Marmada (21), salah satu tersangka pembegal taksi online, saat berada di Polresta Palembang, Selasa (12/11/2019). Dalam aksi begal tersebut, Marmada dan rekannya BS yang kini DPO telah melukai korban Nopa Hadinata (37) dengan 23 tusukan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Salah satu pelaku begal penusukan sopir taksi online di Palembang, MSJ alias Marmada (21), saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polresta Palembang.

Marmada adalah salah satu pelaku begal terhadap sopir taksi online Nopa Hadinata (37). Korban sendiri mengalami 23 luka tusukan akibat perbuatan Marmada dan satu rekannya, BS yang saat ini masih DPO. 

Menurut Marmada, dia dan BS sudah merencanakan aksinya jauh hari. Mereka memang berencana untuk melakukan kejahatan ke sopir taksi online.

Lantaran pemesanan taksi online harus menggunakan aplikasi, BS pun meminjam akun milik seseorang.

Baca juga: Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Mengaku terlilit utang Rp 1,5 juta

Dalam orderan itu, mereka minta diantarkan ke kawasan Jalan Tanah Merah, Way Hitam, Kecamatan Ilir Barat  (IB) I dari depan Lorong Garuda 2, Jalan HM Ryacudu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.

"Saya duduk di depan. BS duduk dibelakang sambil bawa pisau. Saat dijalan, BS yang tusuk," kata Marmada, Selasa (12/11/2019).

Maramada mengaku, aksi tersebut ia lakukan karena terlilit utang sebesar Rp 1,5juta.

Rencananya, mereka akan mengambil mobil milik Nopa.

Namun, upaya tersebut gagal lantaran korban berteriak minta tolong hingga membuat warga yang ada di sekitar lokasi berdatangan.

"Saya mau bayar utang Rp 1,5 juta. Rencana yang mau jual mobil adalah BS. Tapi belum tahu mau dijual ke mana," ujarnya.

Baca juga: Dibegal Penumpang, Sopir Taksi Online Sekarat Terima 23 Tusukan

Satu tersangka masih DPO

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara menunjukkan barang bukti dan satu tersangka pelaku pembegalan Nopa Hadinata (37) yang merupakan sopir taksi online, Selasa (12/11/2019). Atas kasus tersebut, Nopa saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami 23 luka tusukan.KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara menunjukkan barang bukti dan satu tersangka pelaku pembegalan Nopa Hadinata (37) yang merupakan sopir taksi online, Selasa (12/11/2019). Atas kasus tersebut, Nopa saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami 23 luka tusukan.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, mereka saat ini masih melakukan pengejaran kepada BS.

Tersangka BS yang ditetapkan sebagai DPO tersebut menurutnya berperan sebagai eksekutor. 

BS merupakan pelaku yang melakukan penusukan ke korban Nopa sebanyak 23 kali tusukan.

"Satu tersangka sudah ditangkap, untuk BS masih dalam pengejaran," kata Yon.

Baca juga: Ini Motif Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Bogor



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Regional
Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Regional
Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Regional
Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Regional
Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X