Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Kompas.com - 12/11/2019, 17:14 WIB
Ilustrasi MAST IRHAM/EPAIlustrasi

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Setelah dilanda bencana angin kencang pada Sabtu (9/11/2019), bencana serupa kembali menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (11/11/2019) kemarin.

Meski tidak separah seperti sebelumnya, namun angin kencang tersebut membuat beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Total hingga hari ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro sudah mencatat ada total sebanyak 1.445 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang.

Mulai dari yang mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga kategori rusak berat.

"Untuk data yang masuk, yang kami dapatkan hingga saat ini, ada sebanyak 1.204 rumàh mengalami kerusakan ringan, rusak sedang 194 rumah, dan rusak berat atau roboh itu ada 47 rumah," ujar Sekretaris BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, saat dihubungi, Selasa (12/11/2019).

Baca juga: 5 Rumah di Ngawi Roboh Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang

Ulfia menerangkan, kebanyakan laporan kerusakan yang masuk ke BPBD Bojonegoro hingga saat ini memang rumah warga.

Meskipun ada juga beberapa fasilitas umum (fasum), yang sempat terimbas bencana angin kencang kali ini.

"Untuk fasum itu nggak seberapa. Kami baru dapat laporan, hanya antena wifi di Kecamatan Sugihwaras dan Sukosewu yang ambruk terkena angin kencang," ucap dia.

Hanya Ulfia mengaku, dari cakupan daerah yang terdampak bencana angin kencang memang meluas dari sebelumnya, dari yang sebelumnya mencakup 12 Kecamatan di 38 desa yang ada di Bojonegoro.

"Saat ini menjadi 13 Kecamatan, tambahan yang terdampak itu Kecamatan Margomulyo. Ini juga angin kencang (datang) lagi, semoga tidak ada lagi bangunan yang rusak," kata dia.

Baca juga: Hujan Es dan Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Bojonegoro

Bantuan terpal dan sembako

Bupati Anna Muawanah bersama jajaran BPBD Bojonegoro, dikatakan Ulfia, sudah melakukan sidak ke beberapa lokasi yang terdampak bencana angin kencang.

Seperti di Kecamatan Sukosewu, Dander, Ngasem, serta Tambakrejo.

"Kemarin Ibu Bupati juga sudah melakukan sidak, sudah bantu kasih sembako dan terpal kepada warga yang langsung dikunjungi oleh beliau," tutur dia.

Tidak sekadar warga yang dikunjungi Bupati, namun BPBD Bojonegoro bakal melanjutkan pemberian bantuan serupa ke beberapa warga lain yang terdampak bencana, sesuai dengan data yang mereka dapatkan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X