4 Fakta di Balik Kapolsek Bersimpuh Cegah Massa Anarkis Saat Demo Tambang Liar

Kompas.com - 12/11/2019, 06:20 WIB
Iptu Akbar bersimpuh KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDINIptu Akbar bersimpuh

KOMPAS.com - Demi menyelamatkan seorang penambang liar, Kapolsek Cempa, Iptu Akbar, rela bersimpuh sambil mengatupkan dua tangannya. Dirinya memohon kepada massa yang bawa golok agar tidak bertindak anarkis.

Seperti diketahui, aksi tersebut terjadi saat sekelompok massa menolak adanya aktivitas penambangan liar yang ada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Warga yang emosi itu segera membuat para penambang lari kocar kacir. Massa juga memukul dan para penambang. Salah satunya terjatuh dan nyaris menjadi sasaran kemarahan massa. 


Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Massa protes penambangan ilegal

Saat massa menggelar aksi menolak tambang ilegal suasana menjadi panas. Massa pun memukuli para penambang liar yang ada di lokasi.

"Saat itu, puluhan warga menolak tambang ilegal, dilakukan dengan aksi demo. Saat itu warga tersulut emosi," kata Akbar saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019).

Bahkan, sejumlah warga lain mengejar pekerja dan menghunuskan golok dan parang.

"Saat terjatuh, korban kemudian nyaris ditebas oleh warga yang sudah menghunuskan golok. Karena situasi emosi, saya kemudian berinisiatif bersimpuh, memohon agar tidak menebas korban," kata Akbar.

Baca juga: Viral Video Kapolsek Bersimpuh di Hadapan Massa yang Bawa Golok

2. Sempat terekam warga dan viral di media sosial

Suasana menegangkan terjadi saat Iptu Akbar melihat seorang penambang hendak dianiaya massa.

Saat itu massa sudah menghunus senjata tajam salah satu penambang yang terjatuh saat dikejar warga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X