Fakta Rektor Termuda Indonesia Risa Santoso, Pernah Jadi Staf Kepresidenan hingga Idolakan Sri Mulyani

Kompas.com - 08/11/2019, 06:33 WIB
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKRektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/11/2019).

KOMPAS.com - Risa Santoso (27) resmi dilantik menjadi rektor di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang pada Sabtu (2/11/2019). Sebelum menjadi rektor, Risa sudah bekerja dua tahun di kampus yang dipimpinnya.

Setelah resmi dilantik menjadi rektor, Risa yang menyelesaikan pendidikan sarjana di University of California dan master education di Harvard University menjadi rektor termuda di Indonesia.

Menjadi rektor termuda di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi Risa. Ia dituntut untuk membuktikan kualitasnya dalam mengelola lembaga pendidikan tinggi.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Menjadi rektor pertama dan termuda

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/11/2019).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/11/2019).

Selain menjadi rektor termuda di Indonesia, Risa Santoso juga menjadi rektor pertama di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.

Sebab, lembaga pendidikan yang ia pimpin baru terbentuk dan merupakan gabungan dari dua sekolah tinggi yang sudah berkembang sebelumnya, yakni Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) ASIA Malang dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) ASIA Malang.

Dua sekolah tinggi yang berada di bawah Yayasan Wahana Edukasi Cendekia itu lantas digabung dan menjadi Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang melalui SK Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Nomor 744/KPT/I/2019 pada 23 Agustus 2019.

“Rektor ASIA, saya memang rektor pertama, karena sebelumnya dua perguruan tinggi yang terpisah, jadi sebelumnya adanya dua ketua (sekolah tinggi),” ujarnya.

Baca juga: Hadapi Era 4.0, Rektor Termuda Risa Santoso Perbolehkan Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi

2. Pernah jadi staf kepresidenan

Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (07/11/2019).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, Risa Santoso saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (07/11/2019).

Sebelum menjadi Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, ternyata Risa pernah bekerja sebagai Tenaga Ahli Muda di Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dari 2015 hingga 2017.

Saat bekerja di staf kepresidenan, Risa menjadi bawahan Luhut Binsar Pandjaitan.

Saat itu, Luhut yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi masih menjabat sebagai Kepala KSP.

“Waktu saya masuk (sebagai Tenaga Ahli Muda) masih Pak Luhut (Kepala KSP). Setelah itu ada reshuffle digantikan oleh Pak Teten Masduki dan sekarang digantikan oleh Pak Moeldoko,” katanya saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Cerita di Balik Rektor Berusia 27 Tahun, Risa Santoso, Pernah Jadi Staf Kepresidenan


3. Sepintas pendidikan Risa hingga satu almamater dengan Nadiem Makarim

Risa Santosa, Rektor Institut Teknologi Bisnis Asia Malang.risa santosa Risa Santosa, Rektor Institut Teknologi Bisnis Asia Malang.

Dilansir dari Tribunnewsmaker.com, jenjang S1 diselesaikan Risa di University of California, Berkeley, jurusan ekonomi.

Setelah lulus S1, Risa melanjutkan pendidikannya di Harvard University, dengan mengambil jurusan pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang dilantik Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu juga merupakan lulusan Harvard University.

Kemudian Risa menyelesaikan kuliah S2 dengan memanfaatkan beasiswa dari LPDP.

Meskipun berasal dari almamater yang sama, yakni Harvard University, Risa mengaku belum pernah berinteraksi langsung dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Risa mengatakan, jarak angkatan antara dirinya dan Nadiem di kampus yang ada di Amerika Serikat itu sudah jauh.

“Bedanya (angkatan) lumayan jauh, jadi tahu saja. Saya enggak pernah interaksi secara langsung, mungkin nanti ke depannya,” katanya.

Baca juga: Perjalanan Karir Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia, dari Lulusan Harvard hingga Staf Kepresidenan

4. Idolakan Sri Mulyani

Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Menteri Keuangan, Sri Mulyani sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

Meskipun pernah menjadi bawahan Luhut, ternyata diam-diam Risa mengidolakan sosok Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Bukan tanpa alasan Risa mengidolakan Sri Mulyani. Menurutnya, Sri Mulyani adalah satu di antara sedikit wanita yang sukses dalam menjalankan karier.

“Salah satunya mungkin Ibu Sri Mulyani yang menurut saya sudah bisa benar-benar diakui oleh dunia. Dia waktu di World Bank, lalu dia balik lagi menjadi menteri kita," katanya.

"Sebagai wanita yang berkarier, punya keluarga dan benar-benar bisa membuktikan bahwa dia bisa berkontribusi untuk bangsa,” katanya.

Baca juga: Rektor Termuda Indonesia Risa Santoso Idolakan Sri Mulyani

Sumber: KOMPAS.com (Kontributor Malang, Andi Hartik, Editor: Aprilia Ika dan Michael Hangga Wismabrata)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Babi yang Mati di TTU Bertambah Menjadi 440 Ekor

Regional
Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Kepala BNPB Ingin Hulu Sungai Jadi Daerah Konservasi

Regional
Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Tak Pernah Kalah Saat Mencalonkan Diri, Ini Saran Gubernur Sutarmidji untuk Para Petarung Pilkada

Regional
Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Ayahnya Meninggal Saat Jasad Ibunya Dimandikan, Begini Nasib 6 Anak yang Ditinggalkan

Regional
Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Delapan Kecamatan di Subang Terendam Banjir, 2.819 Jiwa Mengungsi

Regional
Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Daftar dari Independen, Eks Staf Ahli Ahok Rian Ernest Ajak Warga Kawal Proses Demokrasi

Regional
Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Fakta di Balik Video Viral Kakek Ditandu 6 Kilometer untuk Berobat

Regional
Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Kisah Nenek Miha di Bengkulu, Idap Penyakit Komplikasi hingga Tak Bisa Berobat karena Buruknya Akses Jalan

Regional
Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Berdiri Sejak 1980, Restoran Rindu Alam di Puncak Bogor Resmi Ditutup

Regional
Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Pria Nekat Hadang Bus Salah Jalan di Gresik, Polisi Berikan Apresiasi

Regional
Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Sosok-sosok Heroik di Balik Tragedi Susur Sungai, Mbah Diro hingga Kodir Pertaruhkan Nyawa

Regional
Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Dampak Banjir Jakarta, Kereta Terlambat Datang hingga 13 Jam di Madiun

Regional
Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Kemunculan Ribuan Ulat Bulu yang Bikin Resah Warga di Kediri

Regional
Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Gubernur Viktor: Harus Ada Terobosan yang Radikal untuk Bangun NTT

Regional
Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Masuk Daerah Rawan Politik Saat Pilkada 2020, Ini Langkah Bawaslu Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X