Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kompas.com - 18/10/2019, 07:00 WIB
Anggi Indayati Terisma (3,5), penderita tumor pada kandung kemih di Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSAnggi Indayati Terisma (3,5), penderita tumor pada kandung kemih di Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KULON PROGO, KOMPAS.com - Bocah berusia 3,5 tahun bernama Anggi Indayati Terisma hanya bisa terbaring lemah karena penyakit Rhabdomyosarcoma yang dideritanya.

Perut bocah itu tampak sebesar bola bakset. Bilur biru dari pembuluh darahnya mengular di sekujur perut dan dada.

Terdengar napas Anggi pendek, sehingga perlu bantuan oksigen yang disalurkan lewat selang.

"Dia menderita tumor (ganas) pada kandung kemih. Itu Rhabdomyosarcoma," kata Suyati (38), ibu dari Anggi sambil memangku anak ketiganya ini, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Anggi lahir normal pada tahun 2016. Ia memang terpaut sangat jauh dari 2 dua saudara yang sudah berumur 20 dan 16 tahun.

Rhabdomyosarcoma mulai terdeteksi menyerang Anggi sejak usia 2 tahun.

Rhabdomyosarcoma merupakan kanker jaringan lunak yang menyerang otot rangka.

Karena penyakit itu, Anggi pun lebih banyak menghabiskan harinya dengan terbaring lemas. 

Kondisinya memprihatinkan. Selain perut buncit besar, tangan dan kakinya hanya tinggal tulang berbalut kulit. Seolah, semua otot dan dagingnya diserap ke perut. 

"Walau makannya banyak, semua terserap sama penyakitnya, itu kata dokter. Buang air lancar, pipis lancar, tapi kalau makan tetap mau saja. Bisa makan tapi tidak banyak, sedikit-sedikit," ujar Suyati.

Suyati mengingat kembali peristiwa pada Juli 2018. Anggi merasa sakit tiap kali kencing.

Saat itu Suyati belum menaruh curiga dan meringankan sakit dengan mengoles minyak penghangat pada perut Anggi.

Suyati mulai curiga ketika mendapati benjolan di perut kanan dan terus mulai membesar. 

Sejak itu, Anggi menjalani pemeriksaan dari puskesmas, RSUD Wates, hingga dirujuk ke RS Sardjito di Yogyakarta

Hari berganti hari, perut Anggi justru makin membesar bahkan bisa lebih dari bola basket, mencetak bilur pembuluh darahnya yang biru pada perut.

Hasil diagnosis mengejutkan, dokter memastikan Anggi menderita kanker atau tumor ganas yang mengganggu kandung kemih. 

Anggi, bocah dengan bobot normal 13 kilogram itu menjalani banyak upaya medis untuk sembuh. Ia harus kemoterapi hingga 25 pekan atau sekitar 6 bulan. 

Kondisi Anggi sempat membaik karena kemoterapi di April 2019. Perutnya kempes dan Anggi terlihat gemuk. Ia juga semakin ceria, mulai bermain dan berlari.

Namun, Juni 2019 kondisi Anggi kembali memburuk. Perut Anggi kembali membesar. 

Bocah ini kembali menjalani kemoterapi dan penyinaran. Belum genap terapi penyinaran, dokter pasrah dan mengaku tidak lagi bisa mengatasi perut Anggi yang terus besar. 

"Kondisi yang lain bagus tapi untuk perut dokter mengaku tidak berani menangani karena posisi perutnya masih besar," kata Suyati.

Kedua orangtua Anggi kini pasrah. Mereka mengaku hanya bisa selalu berdoa memperoleh keajaiban berupa kesembuhan Anggi dan kembali hidup normal.

"Anak kami ini ceria, dia suka menyanyi. Bahkan ingin cepat sekolah melihat temannya yang lain. Ia ingin beli tas yang ada kakinya," ujar Suyati.

Pengobatan alternatif

Karena dokter menyerah, mereka kini berikhtiar dengan mencari pengobatan alternatif seperti herbal dan rukyah dari para guru agama. 

Seiring perjalanan waktu, keduanya mengaku semakin berat menghadapi situasi ini. 

Terlebih lagi, keduanya sudah tidak lagi bekerja demi Anggi. Suyati dulunya membantu penjual mi ayam. Eko Ariyanto (41), suaminya, pekerja bangunan di Jakarta.

Waktu mereka habis demi memperhatikan Anggi. 

"Dulu saya tidak minta bantuan, semua ditangani sendiri karena masih kuat. Sekarang tidak, apalagi kami sudah tidak bekerja," kata Suyati.

Eko menceritakan bahwa tidak lagi memiliki penghasilan. 

Mereka praktis hanya hidup menggunakan sumbangan, bantuan, maupun uluran tangan dari berbagai donatur.

Baca juga: Kisah Driver Ojek Online Lulus S2 Cum Laude, Kuliah Pakai Jaket Ojol hingga Lanjut Doktor

Niat akan kesembuhan Anggi menguras perhatian mereka hingga tidak lagi bekerja.

Mereka memanfaatkan sumbangan untuk membeli obat herbal, asupan, dan keperluan anaknya itu. Ia meyakini hasilnya lumayan. 

Mereka berniat membuat perut buncit Anggi semakin mengempis. Dengan demikian, ada peluang Anggi bisa disembuhkan dengan tindakan medis operasi bila Anggi sudah tidak buncit lagi.

"Bisa Rp 40-an juta untuk beli banyak hal, obat juga makanan," kata Eko.

Plt Bupati Kulon Progo, Sutedjo menyempatkan mampir melihat kondisi terbaru Anggi.

Sutedjo mengharapkan agar semakin banyak orang yang tersentuh membantu Anggi.

"Siapa pun akan tersentuh kondisi seperti ini. Saya berharap semakin banyak yang membantu," kata Sutedjo.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Regional
13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Regional
BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

Regional
Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Regional
Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Regional
Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Regional
Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Regional
Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Pasien di Samarinda Meninggal Dimakamkan Tanpa Protokol, Ternyata Positif Covid-19

Pasien di Samarinda Meninggal Dimakamkan Tanpa Protokol, Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Regional
Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Regional
Mengaku Pelaut, Mahasiswa Pelayaran di Makassar Tipu 2 Perempuan

Mengaku Pelaut, Mahasiswa Pelayaran di Makassar Tipu 2 Perempuan

Regional
Tol Padaleunyi KM 130 Tergenang hingga 50 Cm, Antrean Kendaraan hingga 8 Kilometer

Tol Padaleunyi KM 130 Tergenang hingga 50 Cm, Antrean Kendaraan hingga 8 Kilometer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X