Bawa Sabu Dalam Anus, AM Ditangkap di Bandara Internasional Kuala Namu

Kompas.com - 17/10/2019, 15:13 WIB
AM menunjukkan sabu berbungkus plastik hitam seberat 46,5 gram yang diselundupkannya di dalam anusnya. Sabu tersebut dibawanya dari Malauysia dan diketahui petubas Bea dan Cukai setibanya di kedatangan Bandara Internasional Kuala Namu, pada  Minggu (13/10/2019). KOMPAS.COM/DEWANTOROAM menunjukkan sabu berbungkus plastik hitam seberat 46,5 gram yang diselundupkannya di dalam anusnya. Sabu tersebut dibawanya dari Malauysia dan diketahui petubas Bea dan Cukai setibanya di kedatangan Bandara Internasional Kuala Namu, pada Minggu (13/10/2019).

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial AM (41) ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Kuala Namu setelah diketahui membawa narkotika golongan I, jenis methamphetamine (sabu) sebanyak 46,5 gram pada Minggu (13/10/2019).

Tidak tanggung, AM menyimpannya di dalam anusnya. 

Kepala KPP Bea Cukai TMP B Kualanamu Bagus Nugroho Tamtomo Putro mengatakan, AM merupakan warga asal Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara.

Penangkapan terjadi saat pelaku mendarat dari Malaysia menggunakan pesawat Air Asia QZ 129 rute Kuala Lumpur-Kualanamu.

Baca juga: Belasan Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi Diblender, Lalu Dibuang ke Kakus

Petugas Bea dan Cukai kemudian melakukan analisa dan profiling terhadap seorang penumpang yang tiba di terminal kedatangan luar negeri dari Malaysia.

"Dari hasil pemeriksaan medis (rontgen) seorang penumpang berinisial AM ditemukan satu benda asing yang berada di dalam anus dan setelah dikeluarkan diketahui bahwa benda asing tersebut adalah narkoba," kata dia.

AM kedapatan membawa barang yang diduga sebagai sabu dengan modus menyimpan barang tersebut di dalam anus yang bersangkutan (inserter).

AM dijerat dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Atas perbuatannya, AM diancam dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana  penjara paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 5 miliar.

Baca juga: Belasan Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi Diblender, Lalu Dibuang ke Kakus

Selain itu, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling banyak 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Dari upaya penggagalan 46,5 gram sabu maka penegak hukum berhasil menyelamatkan lebih kurang 230 orang dari bahaya narkotika dengan asumsi 1 gram di konsumsi oleh lima orang.

"Sekarang ini, tersangka AM telah diserahterimakan dari KPPBC TMP B Kualanamu ke Polda Sumut untuk proses lebih lanjut," kata dia.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X