6 Fakta Siswi SMP Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan

Kompas.com - 17/10/2019, 07:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - ID (51) seorang guru les vocal di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), tega melakukan pencabulan terhadap anak didiknya sendiri berinisial DPK (14).

Aksi bejat guru les vocal terbongkar setelah orangtua DPK yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Padang Panjang, curiga melihat anaknya yang sering kelelahan dan ada perubahan dari tubuhnya.

Melihat itu, orangtua DPK pun membawa anaknya ke klinik untuk diperiska, ternyata DPK sedang hamil 8 bulan.

Tak terima dengana apa yang dialami oleh anakna, orangtua DPK pun melaporkan ID ke Polres Padang Panjang, polisi yang mendapat laporan itu langsung bergerak dan menangkap ID.

Setelah melalui serangkain pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan ID sebagai tersangka.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Diberi obat bius

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang AKP Hidup Mulya mengatakan, sebelum dicabuli, DPK terlebih dahulu dicekoki dengan minuman bius yang menyebabkan korban tidak sadar.

Setelah itu, korban pun tidak sadarkan diri dan pelaku pun melakukan aksi bejatnya tersebut.

"Modusnya dengan memberikan minuman air putih bercampur obat bius. Setelah korban tidak sadar, tersangka kemudian mencabulinya," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, AKP Hidup Mulya, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Sebelum Dicabuli, Siswi SMP Dicekoki Minuman Obat Bius oleh Guru Les

2. Empat kali melakukan aksi pencabulan

IlustrasiKOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO Ilustrasi

Mulya mengungkapkan, saat melakukan tindakan keji itu, korban datang bersama dengan dua orang temannya yang sama-sama belajar olah vokal di rumah tersangka di Padang Panjang.

Untuk memuluskan niat jahatnya, tersangka menyuruh dua orang teman korban pergi ke pasar membeli makanan.

"Setelah teman korban pergi, tersangka memberikan minuman bercampur bius itu dan kemudian melakukan pencabulan," kata Mulya.

Setelah itu, ketika teman korban datang, kondisi sudah mulai biasa saja dan tersangka mengajar les. Sedangkan korban antara sadar dengan tidak sadar dengan apa yang dialaminya.

Setelah upayanya berhasil, tersangka melakukannya lagi hingga empat kali sejak Januari 2019 lalu.

"Ada empat kali tindakan pencabulan sejak Januari 2019 lalu. Selain menggunakan obat bius, korban juga diminta tutup mulut dan dikasih uang hingga akhirnya kasusnya terungkap," katanya.

Baca juga: Sambil Mengajar, Guru Les Vokal Cabuli Pelajar SMP hingga Hamil 8 Bulan

3. Terbongkar karena orangtua curiga

Ilustrasi orangtuaShutterstock Ilustrasi orangtua

Mulya mengatakan, setelah dicabuli guru les vocalnya, DPK menyembunyikan kehamilannya hingga usia kandungan 8 bulan kepada orangtuanya.

Selain dari orangtuanya, DPK juga mampu menyembunyikan kandungannya dari teman-teman sekolah dan gurunya.

Namun, karena orangtuanya curiga melihat anaknya sering kelelahan dan ada perubahan dari tubuh akhirnya terbongkar.

Bahkan selama hamil, korban tetap sekolah seperti biasanya.

Menurut Hidup Mulya, kehamilannya baru terbongkar setelah orangtuanya curiga dengan kondisi tubuh DPK yang cepat lelah dan hampir selalu mengurung diri dalam kamar.

"Sampai 8 bulan tidak ada yang tahu hingga orangtuanya curiga karena dia sering kelelahan dan ada perubahan di tubuhnya." sambungnya.

Baca juga: Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

4. Sembunyikan kehamilan dengan hijab besar

Ilustrasi hamilShutterstock Ilustrasi hamil

Mulya menjelaskan, korban menutupi kehamilannya dengan mengunakan hijab besar.

Dengan menggunakan hijab besar itu, orangtua dan teman-teman sekolah tidak mengetahui DPK sedang hamil.

"Dia bisa menyembunyikan kandungan hingga 8 bulan dengan menggunakan hijab besar," katanya. 

Baca juga: Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

5. Trauma dan berhenti sekolah sementara

Ilustrasi traumaake1150sb Ilustrasi trauma

Akibat kejadian itu, DPK yang menjadi korban pencabulan guru les olah vokalnya sendiri mengalami trauma.

Selain trauma, DPK juga sudah berhenti sekolah sementara untuk memulihkan kondisi psikologisnya sambil menunggu kelahiran anaknya.

"Dia mengalami trauma dan saat ini juga sudah berhenti sementara dari sekolahnya," ujarnya.

Masih dikatakan Mulya, sebelum kasusnya terungkap, DPK masih bersekolah hingga usia kandungannya mencapai 8 bulan.

Untuk menyembunyikan kandungannya, DPK menggunakan hijab besar.

"Sebelum kasusnya terungkap, dia masih sekolah. Dia pakai hijab besar sehingga kandungannya tidak kelihatan," katanya.

Baca juga: Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

6. Guru les vokal ditetapkan tersangka

Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan guru les vokal, ID, sebagai tersangka pencabulan terhadap anak didiknya DPK.

ID dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

"Setelah kita mintai keterangan kemarin malam, hari ini ID kita tetapkan sebagai tersangka. Saat ini dia kita tahan di Mapolres Padang Panjang," kata Kapolres Padang Panjang, AKBP Sugeng Hariyadi yang dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

ID ditangkap setelah orangtua korban membuat laporan polisi pada 13 Oktober.

Satu hari setelah itu, ID ditangkap polisi. Saat itu, kondisi ID sedang mendapat perawatan medis karena sakit.

"Saat kita amankan, dia sedang sakit. Setelah kita periksa dia kita tetapkan sebagai tersangka dan ditahan," ujar Sugeng.

Baca juga: Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

(Penulis: Kontributor Padang, Perdana Putra)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Regional
Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Regional
Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X