17 Bayi Lahir di Lokasi Pengungsian Desa Tulehu, Dua Meninggal Dunia

Kompas.com - 12/10/2019, 18:23 WIB
Seorang bayi lahir di tenda darurat di lokasi pengungsian perbukitan Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (9/10/2019) foto Sutria Suatrat KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYSeorang bayi lahir di tenda darurat di lokasi pengungsian perbukitan Dusun Kelapa Dua, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Rabu (9/10/2019) foto Sutria Suatrat

AMBON,KOMPAS.com - Sebanyak 16 ibu hamil telah melahirkan bayinya di lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah sejak gelombang pengungsian terjadi usai gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang wilayah tersebut, pada Kamis (12/10/2019) pekan lalu.

Dari 16 ibu hamil yang melahirkan, ada salah seorang ibu hamil yang melahirkan bayi kembar, sehingga total bayi yang lahir di lokasi pengungsian desa tersebut berjumlah 17 bayi.

Selain melahirkan di rumah sakit darurat yang dibangun di lokasi pengungsian itu, sejumlah ibu hamil juga melahirkan di tenda- tenda darurat tempat mereka mengungsi.

“Sampai saat ini 17 bayi yang lahir di tenda dan dua bayi meninggal dunia,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Perawatan di Rumah Sakit Darurat dr Ishak Umarela kepada wartawan di rumah sakit tersebut, Sabtu (12/10/2019).

Baca juga: Bocah Penderita Gizi Buruk Meninggal Dunia di Tenda Pengungsian Korban Gempa Maluku

Dia mengatakan, bayi yang lahir dengan selamat itu diberikan nama unik oleh orangtua mereka. Nama-nama yang diberikan pun identik dengan gempa bumi seperti Gempi, Gempa, hingga Gempita.

“Namanya unik-unik, ada Gempa, Gempi, Gempur, Gempita, Mujahada, Mujahid, dan Abas Orno,” katanya sambil tersenyum.

Menurut dia, sampai saat ini bayi-bayi tersebut masih bertahan bersama orangtuanya di tenda-tenda darurat di lokasi pengungsian itu.

”Masih ada di sini, mungkin karena masih gempa susulan. Mereka ada yang masih bertahan,” ujarnya.

Ida Lestaluhu, salah satu ibu hamil yang melahirkan bayinya di lokasi pengungsian tersebut, mengaku masih takut kembali ke rumah dan masih memilih bertahan di lokasi pengungsian lantaran gempa susulan terus terjadi.

“Gempa susulan masih terjadi ya, saya takut, masih trauma, jadi bertahan di sini saja dulu, nanti situasinya sudah pulih baru pulang,” katanya.

 

 

  

 

 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X