Keluarga dari Bocah 12 Tahun yang Dikurung di Bekas Kandang Ayam Dijanjikan Rumah Baru

Kompas.com - 06/10/2019, 16:07 WIB
Moh Efendi (12) dikurung di dalam bekas kandang ayam oleh orangtuanya karena memiliki kelainan mental sejak lahir. Efendi sering merangkak hingga pernah ditemukan di hutan, Jumat (4/10/2019). KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANMoh Efendi (12) dikurung di dalam bekas kandang ayam oleh orangtuanya karena memiliki kelainan mental sejak lahir. Efendi sering merangkak hingga pernah ditemukan di hutan, Jumat (4/10/2019).

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Ayah Moh Efendi (12), Hamzah mengatakan, ada orang yang berjanji akan membangunkan sebuah rumah yang layak untuk mereka tinggali.

Hamzah mengatakan, rombongan yang datang dua hari yang lalu mengaku prihatin dengan nasib Efendi.

Diketahui Hamzah dan istrinya, Latifah, mengurung Efendi di dalam bekas kandang ayam karena Efendi kerap menghilang dari rumah. Keluarga menyebut Efendi menderita gangguan mental.

Di antara rombongan yang tidak dikenali tersebut, ada yang sudah mengukur lokasi yang akan dibangun tempat hunian baru.


"Waktu itu, orang tersebut berjanji akan datang hari Sabtu sekaligus membawa bahan-bahan bangunan dan tukang bangunan untuk membuat tempat tinggal Efendi," ujar Hamzah, Sabtu (5/10/2019).

Baca juga: Bocah 12 Tahun Dikurung di Bekas Kandang Ayam, Ini Saran Dokter Spesialis Jiwa

 

Hamzah mengaku tidak mengenal pasti orang yang sudah berjanji akan membantunya.

Yang bersangkutan juga tidak meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi atau menyebutkan namanya.

Namun, ditunggu hingga Sabtu, orang tersebut belum juga datang.

Hamzah bahkan telah meninggalkan pekerjaannya untuk menunggu orang tersebut.

Kepala Desa Angsana Moh Masduki mengatakan, Hamzah sudah sejak pagi menunggu datangnya bantuan bahan bangunan sekaligus dengan tukangnya.

Hal itu disampaikan Hamzah ketika Masduki menjenguk ke rumahnya. Karena khawatir dipermainkan, Hamzah minta Masduki membantu menangani setiap orang yang datang dan berjanji akan memberikan bantuan.

"Hamzah minta saya membantu ketika ada tamu yang datang mau memberikan bantuan. Sebab, sejak informasi anaknya dikurung, banyak tamu yang datang dan menjanjikan bantuan," kata Masduki.

Masduki sepakat jika ada pihak yang ingin membantu membangunkan hunian baru yang lebih layak bagi Efendi dan keluarga. Sebab, rumah yang ditempati saat ini tidak layak.

"Saya juga mendukung kalau ada yang mau membantu keluarga Efendi karena kondisi rumah tangganya memang sangat membutuhkan bantuan," ujar Masduki. 

Sebelumnya diberitakan, kisah miris menimpa Moh Efendi (12), bocah asal Dusun Beringin, Desa Angsana, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Baca juga: Bocah 12 Tahun yang Dikurung di Bekas Kandang Ayam Tak Bisa Bicara dan Hanya Bisa Merangkak

Bocah itu dikurung oleh kedua orangtuanya karena kerap menghilang dari rumah.

Bahkan, pernah Efendi didapati sedang berada di pinggir sungai dekat hutan.

Keluarga menyebut Efendi menderita gangguan mental.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa 2 Siswa SMP Lakukan Perbuatan Asusila, Pedagang Kolor Ditangkap Polisi

Paksa 2 Siswa SMP Lakukan Perbuatan Asusila, Pedagang Kolor Ditangkap Polisi

Regional
Polisi Sisir Kawasan Gunung Guntur, Cari Ladang Ganja Lainnya

Polisi Sisir Kawasan Gunung Guntur, Cari Ladang Ganja Lainnya

Regional
Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Harus Bayar Rp 800.000 Untuk Lauk 2 Ekor Ayam, Pembeli: Ayam Apa Ini?

Regional
Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Warga Dikejutkan Penampakan Surili, Hewan Maskot PON Jabar 2016, Berkeliaran di Permukiman

Regional
Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Jayapura Papua, Akibat Aktivitas Sesar Lokal

Regional
Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Ini Alasan 4 Keluarga Jokowi Berniat Maju Pilkada 2020

Regional
4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

4 'Kerajaan' yang Pernah Gegerkan Warga, Keraton Agung Sejagat hingga Kerajaan Ubur-Ubur

Regional
[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

[POPULER NUSANTARA] Munculnya Kesultanan Selaco | Viral Tagihan 2 Ekor Ayam Rp 800.000

Regional
Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Ini Identitas 8 Korban Tewas Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang

Regional
Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Wakil Gubernur Jabar: Sunda Empire dan Kesultanan Selaco Sah-sah Saja

Regional
Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang yang Tewaskan 8 Orang

Regional
Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Ladang Ganja Ditemukan di Gunung Guntur Garut

Regional
Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Bus yang Terguling dan Tewaskan 8 Orang Angkut Wisatawan dari Tangkuban Parahu

Regional
Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Satu Kantor Desa di Tasikmalaya Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 8 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X