Bakso Pak Dhi, Makanan Legendaris Mahasiswa dan Alumni ITS

Kompas.com - 03/10/2019, 12:45 WIB
Sejumlah mahasiswa mengantre dengan berbaris untuk mengambil bakso di Bakso Pak Dhi, Kantin Arsitektur ITS, Surabaya. KOMPAS.com/GHINAN SALMANSejumlah mahasiswa mengantre dengan berbaris untuk mengambil bakso di Bakso Pak Dhi, Kantin Arsitektur ITS, Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kantin Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya merupakan salah satu kantin favorit bagi mahasiswa maupun alumni ITS.

Di kantin itu, ada berbagai makanan yang dijual, seperti nasi campur hingga rawon. Namun, yang paling disukai mahasiswa dan alumni ITS adalah " Bakso Pak Dhi".

Menariknya, mahasiswa, alumni dan staf atau karyawan ITS yang membeli bakso tersebut, bebas mengambil sendiri. Bahkan, ketika ramai, mahasiswa harus rela berbaris untuk menunggu antrean.

Baca juga: Cerita Bakso Pak Dhi: Awalnya Berjualan Keliling hingga Jadi Makanan Wajib di ITS

Harga bakso Pak Dhi ini relatif murah. Pentol dengan ukuran kecil, tahu bakso, siomai, dan gorengan dijual Rp 500. Sementara itu, pentol berukuran besar rasa original, keju, dan telor dijual Rp 2.000.

Untuk mengganjal perut yang sedang lapar, Bakso Pak Dhi juga menyediakan lontong atau ketupat yang dijual Rp 2.000 per bijinya.

Ridhwan Yanda, mahasiswa Semester 5 Jurusan Arsitektur mengatakan, rasa Bakso Pak Dhi murah dan harganya pas di kantong mahasiswa.

"Lumayan bikin kenyang, buat sarapan pagi-pagi enak ya," kata Ridhwan, mahasiswa asal Cirebon, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Menurut dia, bakso Pak Dhi sudah dikenal tidak hanya oleh mahasiswa di ITS. Karena itu, banyak mahasiswa dari perguruan tinggi lain makan bakso di Kantin Arsitektur itu.

"Rasanya itu enak, gurih. Enggak usah kasih rekomendasi, orang sudah pada tahu bakso Arsi (Kantin Arsitektur) enak. Karena ini sudah terkenal banget," ujar dia.

Muhammad Aldiaz Nugroho, mahasiswa Geomatika semester 7 mengatakan hal serupa.

Selain Bakso Pak Dhi yang enak, tempatnya juga dinilai mengasyikkan.

Meski di Jurusan Geonatika juga terdapat kantin, Nugi sapaan Muhammad Aldiaz Nugroho, memilih nongkrong dan makan bakso di Kantin Arsitektur.

"Karena tempatnya menyenangkan, enak buat nongkrong sama teman. Baksonya juga enak, cocok buat mahasiswa karena harganya murah," kata Nugi.

Penjaga Kantin Arsitektur, Abdul Gofar mengatakan, mahasiswa dari peeguruan tinggi lain yang sering makan Bakso Pak Dhi, salah satunya dari Universitas Airlangga dan Universitas Hang Tuah.

Baca juga: Ada Bakso Isi Durian, Bagaimana Rasanya?

Menurut Gofar, para alumni yang saat ini menjadi pejabat di Pemerintah Kota Surabaya, juga kerap kali memesan Bakso Pak Dhi tersebut.

"Alumni yang jadi pejabat. Tapi yang sering (makan Bakso Pak Dhi) orang pemkot yang alumni sini. Kebanyakan (pejabat pemkot) alumni (ITS) semua," kata dia.

Hanya Bakso Pak Dhi yang tetap berjualan ketika mahasiswa libur. Pedagang lain yang berjualan di Kantin Arsitektur ITS itu tidak berani berjualan lantaran mahasiswa di kampus sepi.

"Karena kan libur mahasiswa itu lama, satu sampai dua bulan. Tapi Pak Dhi tetap jualan, karena selain mahasiswa, pegawai sering makan Bakso Pak Dhi," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X