Limbah Karet di Sekitar Pabrik Terbakar, Warga Khawatir

Kompas.com - 28/09/2019, 08:43 WIB
Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar tumpukkan limbah karet di wilayah Desa Mangunarga, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHPetugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar tumpukkan limbah karet di wilayah Desa Mangunarga, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Namun, kata Ara, dalam setahun terakhir, limbah karet tersebut tak kunjung diangkut dan dibiarkan menggunung di lokasi tersebut.

"Kalau dulu rutin dua kali seminggu diangkut ke Jawa, katanya untuk didaur ulang. Tapi, sudah setahun ini tidak diangkut lagi dan malah dibiarkan menumpuk. Kami juga sudah beberapa kali kami melapor terkait adanya limbah karet di sini. Tapi belum ada langkah konkret dari dinas terkait di Pemkab Sumedang," tutur dia.

Warga berharap, setelah api dapat dipadamkan, tidak ada lagi pihak perusahaan yang membuang limbah karet di lokasi tersebut.

Baca juga: 150 Kios Terbakar Saat Kerusuhan di Oksibil, Papua

Warga meminta Pemkab Sumedang bertindak konkret sehingga permasalahan limbah karet ini dapat terselesaikan.

"Harapan kami api bisa cepat padam. Kemudian nantinya ada solusi agar ke depan tidak ada lagi limbah karet di sini. Kami sangat memohon perhatian dari pemerintah," kata dia.

Hingga pukul 08.00 WIB, petugas pemadam kebakaran gabungan dari dua kabupaten tersebut masih berjibaku memadamkan api.

Api sulit dipadamkan karena limbah karet menumpuk dan menggunung. Kepulan asap yang mengeluarkan aroma bau tak sedap dari limbah karet tersebut membuat warga khawatir dapat mengganggu kesehatan. 

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Tidak Ada Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah NTB hingga September 2020

Regional
Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Saat Ibu-ibu Bawa Anak Protes, Ingin Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Tengah Pandemi...

Regional
Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram 'Pemberian' SBY untuk Modal Usaha

Cerita Agen Koran Gadaikan Cincin Emas 4 Gram "Pemberian" SBY untuk Modal Usaha

Regional
Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Muncikari Artis HH Diduga Seorang Fotografer, Polisi Memburunya

Regional
Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Lapak PKL di Puncak Bogor Dibongkar karena Sering Dikerumuni Wisatawan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Bantah Solo Zona Hitam | Pernikahan Gadis di Bawah Umur

Regional
Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Sekdes yang Curi Kotak Amal Mushala Diberhentikan

Regional
145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

145 Kali Donasi Darah, Suparman: Kalau Enggak Donasi Badan Loyo, Kerja Enggak Semangat

Regional
'Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain'

"Jika Sekolah Ini Diliburkan, Kami Akan Memindahkan Anak Kami ke Sekolah Lain"

Regional
7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

7 Tahun Tak Lulus Kuliah, Mahasiswa Ini Diduga Nekat Gantung Diri, Ini Kata Polisi

Regional
Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Jam Malam pada Fase New Normal di Surabaya Resmi Diterapkan

Regional
2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

2 Bulan Bekerja di Arab Saudi, Pekerja Indonesia Diduga Disiksa, Tangan Disetrika

Regional
'Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?'

"Kan Sudah Kita Kontrol, Kok Masih Dibilang Solo Zona Hitam?"

Regional
Kisah Suparman Si 'Superman', 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Kisah Suparman Si "Superman", 145 Kali Donasi Darah hingga Dapat Penghargaan dari SBY

Regional
Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Putra Mantan Rais Aam PBNU Maju di Pilkada Jember

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X