Mahasiswa dan Masyarakat di Bali Nyalakan Lilin Tolak Revisi UU KPK

Kompas.com - 15/09/2019, 21:05 WIB
Puluhan mahasiswa dan maayarakat Bali anti korupsi nyalakan lilin untuk menolak revisi UU KPK di Denpasar, Minggu (15/9/2019). KOMPAS.com/IMAM ROSIDINPuluhan mahasiswa dan maayarakat Bali anti korupsi nyalakan lilin untuk menolak revisi UU KPK di Denpasar, Minggu (15/9/2019).

DENPASAR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa dan masyarakat Bali melakukan aksi di depan Monumen Bajra Sandhi Renon, Denpasar, Minggu (15/9/2019) malam.

Mereka menyalakan lilin sebagai bentuk kekecewaan atas revisi Undang-Undang KPK.

Dalam aksinya, peserta aksi membawa karangan bunga yang dibalut dengan kain hitam. Kain tersebut bertuliskan "telah matinya KPK".

Kemudian, di depannya dinyalakan lilin dan dibentuk menyerupai angka 16 yang disimbolkan usia KPK saat ini.

Baca juga: Presiden Diminta Stop Pembahasan Revisi UU KPK dengan DPR

 

Aksi dimulai dengan pembacaan doa bersama, yang dilanjutkan dengan pembacaan puisi secara bergantian.

Koordinator aksi, Made Aristya Kerta Setiawan mengatakan, aksi tersebut sebagai simbol berdukacita dan belasungkawa. Ia menganggap, KPK telah mati karena dilemahkan melaui revisi UU KPK.

"Di sini kami semua melakukan aksi belasungkawa dan berdukacita terhadap matinya KPK. Kenapa kami anggap mati, tadi sudah disampaikan beberapa hal terkait polemik yang terjadi belakangan ini," kata Aristya, di sela-sela aksi, Minggu (15/9/2019).

Selain karena revisi UU KPK oleh DPR, mereka berdukacita dengan terpilihnya pimpinan KPK yang dinilai bermasalah.

"Pertama soal calon pimpinan yang mana bermasalah dan saat ini sudah jadi pimpinan. Kedua, pembahasan tentang revisi Undang-Undang KPK," kata dia.

Baca juga: Civitas Akademika UGM Tuntut Pemerintah dan DPR Hentikan Pembahasan RUU KPK

Ada beberapa poin yang dianggap akan melemahlan KPK. Di antaranya adalah independensi yang terancam, penyadapan yang dipersulit dan dibatasi, pembentukan dewan pengawas yang dipilih DPR, sumber penyelidik yang dibatasi, penuntutan perkara korupsi harus koordinasi dengan Kejaksaan Agung, perkara yang dapat perhatian masyarakat tak lagi menjadi kriteria.

Kemudian, kewenangan pengambilalihan perkara di penuntutan dipangkas, kewenangan-kewenangan strategis dalam penuntutan dihilangkan, KPK berwenang menghentikan penyidikan dan penuntutan, serta wewenang KPK mengelola pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dipangkas.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Regional
Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Regional
Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X