Kompas.com - 15/09/2019, 19:52 WIB
Ketua DPW PKS Riau Hendry Munief saat menemui sejumlah warga terpapar kabut asap yang datang ke posko pengungsian dan posko kesehatan yang dibuka di Kantor DPW PKS Riau, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019) malam. Dok. Humas PKS RiauKetua DPW PKS Riau Hendry Munief saat menemui sejumlah warga terpapar kabut asap yang datang ke posko pengungsian dan posko kesehatan yang dibuka di Kantor DPW PKS Riau, Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, Jumat (13/9/2019) malam.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Warga terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masih berada di posko pengungsian di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (15/9/2019).

Mereka bertahan, karena kabut asap masih pekat. Ketua DPW PKS Riau Hendry Munief mengatakan, hingga saat ini terdapat 85 orang pengungsi.

"Balita 23 orang, anak-anak 24 orang, dewasa 36 orang dan lansia 2 orang," sebut Hendry.

Dia menuturkan, warga yang mengungsi karena khawatir dengan kondisi asap masih cukup pekat dan udara tidak sehat. Namun, sebagian juga sudah ada yang pulang ke rumahnya.

Baca juga: Bandara Supadio Pontianak Lumpuh karena Kabut Asap, 37 Penerbangan Dibatalkan

"Ada yang baru datang, dan juga sudah ada sebagian yang pulang. Yang pulang ini sebelumnya sakit, tapi setelah berada di posko dengan mendapat perawatan sudah mulai membaik," ujar Hendry.

Para pengungsi, tambah dia, diberikan beberapa fasilitas, seperti ruangan AC, konsumsi, cek kesehatan, tabung oksigen, nebulizer dan lainnya.

Selain mengungsi, kata Hendry, hingga saat ini juga banyak warga yang datang untuk berobat dan cek kesehatan. Bahkan, semakin hari semakin bertambah.

"Hari ini ada sekitar 46 orang warga yang datang berobat ke posko kesehatan. Warga mengeluhkan batuk filek, sesak napas, dan pusing," sebut Hendry.

Salah seorang pengungsi, Indah (28), mengaku sudah tiga hari mengungsi bersama tiga orang anaknya di posko pengungsian Kantor DPW PKS Riau.

"Saya di sini sejak, Jumat (13/9/2019). Karena anak paling kecil, Sophia umur 10 bulan, sesak napas. Kakaknya Fatimah dan Fatiyah kena asma. Tapi, sudah diberikan nebulizer, alhamdulillah sudah mendingan," ungkap Indah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X