Ganjar Minta ke Netizen, Jangan Lagi Ada Tagar Bubarkan KPAI

Kompas.com - 11/09/2019, 16:34 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/HUMAS PEMPROV JATENGGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Polemik antara Persatuan Bulutangkis (PB) Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terus bergulir. Bahkan, sempat menjadi trending di Twitter dengan tagar #BubarkanKPAI.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun turut menyesalkan hal tersebut. Dirinya meminta agar dorongan publik untuk membubarkan KPAI dihentikan.

Menurut dia, audisi harus terus berlanjut, jika ada apa-apa dirinya yang akan bertanggung jawab.

"Jangan ada lagi hastag #BubarkanKPAI di Twitter. Maka saya minta PB Djarum silahkan lanjutkan audisi terus. Saya akan tanggung jawab penuh. Tapi, hastag bubarkan KPAI ya jangan,” kata Ganjar, kepada Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Pikirkan Nasib Atlet Berbakat, Ganjar Siap Dialog dengan KPAI dan PB Djarum

Jika proses pembinaan yang dilakukan selama ini dibilang eksploitasi anak, menurut Ganjar adalah tuduhan yang aneh.

Karena, keterlibatan swasta dalam program pembinaan atlet sangat penting. Selain itu, diakui atau tidak, prestasi olahraga di Indonesia saat ini masih jelek.

"Bayangkan, sejak 1969 lho, usia saya saat itu baru setahun, mereka sudah konsen dalam pembinaan atlet, kok tiba-tiba sekarang disalahkan," ujar dia.

Ganjar mengaku, dirinya sudah menghubungi pengurus PB Djarum yang bermarkas di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kepada pengurus PB Djarum, Ganjar secara langsung meminta audisi dilanjutkan.

Dari informasi yang ia terima, PB Djarum secara manajemen berbeda dengan PT Djarum Kudus yang memproduksi rokok.

Mereka telah melakukan pembinaan bulutangkis sejak 1969 dan selama ini tidak pernah berbicara rokok.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X