Miris! Rusa di Pantai Pangandaran Mengais Makanan di Bekas Sampah

Kompas.com - 09/09/2019, 11:15 WIB
Kawanan rusa terlihat memakan sampah di Pantai Pangandaran. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAKawanan rusa terlihat memakan sampah di Pantai Pangandaran.

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Pantai Pangandaran selalu menjadi daya tarik wisatawan baik turis lokal maupun turis asing karena ombaknya yang ramah.

Namun, banyaknya wisatawan juga menambah problem baru di Pantai Pangandaran yakni sampah yang tersebar di sepanjang pantai.

Pada Sabtu (7/9/2109) sore, kawanan rusa dari Cagar Alam Pangandaran terlihat mondar- mandir di sisi pantai barat. 

Aktivitas manusia di pantai tersebut seolah tidak membuat kawanan rusa tersebut menjadi takut.

Baca juga: 7 Ekor Rusa Mati Selundupan dari Pulau Komodo Dimusnahkan

Tapi miris, jika rusa biasanya memakan rumput dan dedaunan, kawanan rusa di Pantai Pangandaran ini justru mengais makanan dari tumpukan sampah yang dibuang sembarangan oleh wisatawan.

Mereka bahkan tidak segan-segan lagi mengacak-acak tumpukan sampah demi makanan sisa manusia.

Wahyu Setio (32), wisatawan asal Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku, sangat prihatin melihat kawanan rusa mengais makanan di tumpukan Pantai Pangandaran.

"Kasihan sih, lihatnya, tapi kalau dilarang, takutnya (rusa) nyerang," kata Wahyu, kepada Kompas.com, Sabtu sore.

Selain itu, Wahyu mengaku heran mengapa rusa-rusa tersebut bisa sampai mengais sampah di Pantai Pangandaran.

"Saya juga heran, di sana kan cagar alam, apa makanan sudah habis di sana," tutur dia.

Baca juga: Revitalisasi Pangandaran, Bupati Jeje Bilang Ingin Beda dengan Bali

Lain hal dengan Stefan Arian (21), wisatawan asal Bandung. Dia justru sangat senang dengan keberadaan kawanan rusa di Pantai Pangandaran.

Namun, dia berharap wisatawan mulai menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Unik kan bisa jadi daya tarik wisata. Tapi, kami sebagai wisatawan juga harus menjaga kebersihan. Kalau kayak gini dilihat sama turis asing, kita juga yang malu," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X