Kompas.com - 05/09/2019, 01:11 WIB
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYFoto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru.

MALANG, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan potensi air di Kalimantan Timur cukup besar.

Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara, telah ditetapkan sebagai calon ibu kota negara baru.

Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Fauzi Idris mengatakan, potensi air di Indonesia sebanyak 3,9 triliun meter kubik. Potensi air terbesar ada di Pulau Kalimantan. Sampai sejauh ini, potensi air itu masih terpakai sebesar 17 persen.

“Paling besar potensi airnya ada di Kalimantan. Termasuk Kalimantan Timur,” katanya di Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Kalimantan Timur Dipilih Jadi Ibu Kota Negara Bukan karena Lobi

Namun begitu, Fauzi mengatakan, dibutuhkan pengelolaan terhadap potensi air tersebut.

Sebab, tidak hanya ketersediaan air yang dibutuhkan. Melainkan juga kualitas sehingga aman dikonsumsi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fauzi menjelaskan ada 5 K yang harus terpenuhi. Yakni ketersediaan, kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan.

“Keterjangkauan, semua harus terjangkau. Dari desa-desa, ke pelosok-pelosok harus terjangkau. Kontinuitas, bagaimana air itu terus mengalir. Dari hulu, dari air yang belum diolah, sampai diolah, diproduksi sampai kita bawa ke distribusi sampai ke end user, ke masyarakat dan sebagainya, pabrik dan kantor-kantor,” katanya.

Direktur Utama Perum Jasa Tirta 1, Raymond Valiant Ruritan meminta agar pengelolaan air di daerah calon ibu kota tidak diserahkan ke pihak swasta. Sebab, jika sistem pegelolaan air diserahkan kepada pihak swasta berisiko besar.

“Kami menyampaikan jangan diberikan ke swasta, kalau ada apa-apa bahaya,” katanya.

Staf Khusus Presiden Bidang Perekonomian, Ahmad Erani Yustika mengatakan, pemindahan ibu kota negara bisa menjadi ladang ekonomi baru di Kalimantan Timur.

Baca juga: Gubernur Isran: Kaltim Terpilih Sebagai Ibu Kota Negara Bukan Hasil Lobi

Nantinya, kawasan tersebut akan di bagi ke dalam sistem klaster. Sedangkan kawasan industri hanya boleh ada di klaster empat.

“Klaster empat dimungkinkan jadi kawasan industri,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X