Dokter Gigi Terduga Teroris di Sampang Terancam Diberhentikan dari PNS

Kompas.com - 23/08/2019, 22:15 WIB
Bupati Sampang Slamet Junaidi dok. pribadiBupati Sampang Slamet Junaidi

SURABAYA, KOMPAS.com - Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, akan memberikan sanksi terhadap dokter gigi di Puskesmas Batulenger yang diduga terlibat jaringan ISIS.

Sebelumnya, suami I berinisial HS, telah diamankan Densus 88 Antiteror Polri di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jawa Timur, Kamis (22/8/2019).

"Sekarang kami lagi telusuri itu (keterlibatan I), yang jelas dia (bertugas) di Puskesmas Batulenger. Saya sudah minta sekda telusuri," kata Slamet, kepada Kompas.com, Jumat (23/8/2019) malam.

Apabila dugaan keterlibatan I sebagai jaringan ISIS terbukti, Slamet berjanji akan memberikan sanksi berat kepada istri HS tersebut.

Baca juga: Bupati: Suami Istri Terduga Teroris Bukan Warga Asli Sampang Madura

"Kalau PNS memang kami harus sanski berat ya. Kalau memang terbukti ya kami berhentikan. Itu sanksi terberatnya," ujar dia.

Slamet sendiri ragu istri HS tersebut tidak terlibat dengan jaringan terorisme.

Ia meyakini, I sudah terpapar dengan ajaran radikalisme yang selama ini telah ditanamkan oleh HS.

"Sangat tidak mungkin dia (I) tidak tahu. Tapi, kami harus melihat sisi tidak bersalahnya lah," ucap Slamet.

Menurut informasi yang berkembang, I dan HS memang sudah berthaun-tahun tinggal di Sampang.

Setelah penangkapan yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri itu, Slamet mengaku segera berkoordinasi dengan forum pimpiman daerah serta ulama di Sampang.

Hal itu dilakukan untuk menelusuri lebih jauh jaringan teroris di Kota Bahari dan memastikan situasi keamanan di Sampang kembali kondusif.

Baca juga: Suami Istri Terduga Teroris 10 Tahun Tinggal di Sampang Madura

"Kami telusuri sejauh mana keterlibatannya dalam hal pergerakan ISIS. Nah, baru kami ambil langkah-langkah konkret untuk mengambil sikap. Nanti pasti saya kabari," terang Slamet.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap satu keluarga terduga teroris dari sebuah rumah kontrakan yang berada di Kelurahan Brondong, Kecamatan Brondong, Lamongan, Kamis (22/8/2019) malam.

Dalam proses pengamanan yang berlangsung tadi malam, sekitar pukul 20.00 WIB, tim Densus 88 mengamankan satu keluarga yang terdiri atas pasangan suami istri serta dua orang anak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X