Muntah-muntah Setelah Makan Bersama, 10 Santri Dilarikan ke Rumah Sakit

Kompas.com - 21/08/2019, 20:22 WIB
Sebanyak 10 santri diduga korban keracunan makanan menjalani perawatan di RSUD Poso, Rabu (21/8/2019). KOMPAS,com/MANSUR TABONESebanyak 10 santri diduga korban keracunan makanan menjalani perawatan di RSUD Poso, Rabu (21/8/2019).

POSO, KOMPAS.com - Sebanyak 10 santri yang berasal Yayasan Panti Asuhan Darul Anshor,  Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dilarikan ke RSUD Poso untuk menjalani perawatan karena mengalami mual dan muntah, Selasa (20/8/2019).

Berdasarkan kesaksian salah seorang korban bernama Asyifa (11 ), seluruh santri yang menjadi korban merupakan santriwati yang ikut makan bersama.

Seperti hari-hari sebelumnya, makanan yang disiapkan langsung dimakan. Namun, tidak berselang lama tiba-tiba satu persatu korban mulai berjatuhan.

Para santri sakit perut, mual hingga muntah.

"Yang muntah dan dilarikan ke rumah sakit hanya yang makan bersama. Sementara yang tidak makan semua sehat-sehat saja. Saya juga tidak tahu apakah nasi atau lauknya yang bermasalah," ungkap Asyifa, yang kini masih menjalani perawatan di ruang anak RSUD Poso, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: Laboratorium PT OSS Berisi Bahan Kimia Meledak, 19 Pekerja Keracunan

Direktur RSUD Poso, Hasmar Massalinri mengatakan, 10 santri kini menjalani perawatan atas dugaan keracunan makanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengingat ruangan perawatan pasien anak terbatas, maka lima santriwati dirawat sementara di ruang UGD, sedangkan lima santri lainnya di ruangan khusus anak.

"Memang betul sejak Selasa malam kita menerima 10 pasien yang diduga keracunan makanan. Untuk penyebab keracunan pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian," ujar Hasmar.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiyarto mengatakan, sudah menurunkan tim inafis untuk melakukan penyelidikan.

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab dari kejadian itu.

"Tim inafis sudah diterjunkan dan sementara melakukan penyelidikan. Mengenai penyebab korban mengalami mual atau muntah, kita masih menunggu hasil dari tim identifikasi," ujar Bogiek.

Baca juga: Minum Jamu Seduh Keliling, 6 Warga Diduga Keracunan

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yayasan terkait penyebab para santri mual dan muntah hingga dilarikan ke rumah sakit. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X