Driver Ojol Gelar Aksi Mogok, Segel Kantor Gojek dan Grab di Purwokerto

Kompas.com - 21/08/2019, 15:39 WIB
Pengemudi ojol yang tergabung dalam Driver Ojol Banyumas Raya Kompak memasang spanduk tuntutan di depan kantor Grab Jalan Kolonel Sugiono Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (21/8/2019). KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAINPengemudi ojol yang tergabung dalam Driver Ojol Banyumas Raya Kompak memasang spanduk tuntutan di depan kantor Grab Jalan Kolonel Sugiono Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (21/8/2019).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Driver Ojol Banyumas Raya Kompak menutup dan menyegel kantor Gojek dan Grab di Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (21/8/2019).

Aksi yang mendapat pengawalan ketat dari anggota polisi tersebut merupakan buntut aksi mogok menuntut soal skema pemberian bonus dari aplikator kepada para pengemudi ojol yang menjadi mitra kerjanya.

Massa yang menggunakan motor dan mobil awalnya mendatangi kantor Gojek di Jalan Situmpur, kemudian bergerak ke kantor Grab di Jalan Kolonel Sugiono.

Di kedua lokasi tersebut, perwakilan massa memasang berbagai spanduk yang berisi sejumlah tuntutan.

Baca juga: Polisi Gadungan Rampok Pengemudi Ojol dengan Pistol Korek Api Gas

Ketua Driver Ojol Banyumas Raya Kompak Arbi Rusmana mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk protes atas skema baru pemberian bonus yang dinilai memberatkan para pengemudi ojol.

"Hari ini kami menyegel, menutup sementara kantor Gojek dan Grab. Kami meminta pemberian insentif (untuk roda empat) dikembalikan seperti semula, dulu Rp 220.000, sekarang Rp 180.000, " kata Arbi di Kantor Grab Jalan Kolonel Sugiono Purwokerto, Rabu.

Salah satu pengemudi ojol roda dua yang turut dalam aksi Nanang Supriyadi mengatakan skema pemberian insentif dari Grab sangat memberatkan.

Baca juga: Grab Putus Kemitraan Driver Ojol yang Gerayangi Penumpang di Surabaya

"Dengan skema berlian, kalau menutup target kita hanya dapat Rp 125.000. Kalau mau kejar target sangat berat, sehari harus kerja sampai 18 jam," ujar Nanang.

Setelah menggelar aksi tersebut, massa yang terdiri dari pengemudi ojol roda dua dan roda empat tersebut langsung membubarkan diri dengan tertib.

Seperti diketahui, Rabu ini ribuan pengemudi ojol melakukan aksi mogok massal memprotes soal bonus dari aplikator. Aksi mogok rencananya akan dilakukan selama tiga hari hingga Jum'at (23/8/2019) mendatang.

Ditutup, bukan disegel

Sementara itu Arum K Prasodjo, Head of Regional Corporate Affairs Gojek mengatakan, kantor Gojek di Purwoketro bukan disegel seperti klaim driver ojol

"Kantor kami di Purwokerto kami tutup, bukan disegel," kata Arum melalui WhatsApp ke Kompas.com, Rabu. 

Menurut dia, penutupan dilakukan untuk menjaga kondusifitas dan keamanan, termasuk bagi masyarakat sekitar dan ratusan mitra-mitra Gojek lainnya. 

"Kantor Gojek di Purwokerto kami tutup untuk sementara waktu mulai 21 Agustus hingga waktu yang akan ditentukan di kemudian hari," pungkas dia. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

IAIN Surakarta Akan Berubah Nama Jadi UIN Raden Mas Said

Regional
Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Kronologi Penemuan KM Beringin Jaya, Delapan Hari Terombang-ambing dan Ditarik Kapal Nelayan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X