Provokasi Massa ke Narapidana Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Lapas Sorong

Kompas.com - 19/08/2019, 18:56 WIB
Ilustrasi kebakaran ShutterstockIlustrasi kebakaran

SORONG, KOMPAS.com - Provokasi terhadap narapidana oleh massa yang sedang berunjuk rasa diduga menjadi penyebab aksi pembakaran ruangan kantor di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sorong Kota, Senin (19/8/2019) sore.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Ade menjelaskan, penyebab pembakaran berawal dari adanya provokasi yang dilakukan massa pada saat mendatangi Lapas.

Selain memprovokasi, massa juga melakukan pelemparan ke arah bangunan Lapas.

“Saat pendemo melakukan pelemparan ke arah Lapas, para narapidana terprovokasi sehingga balik melakukan pelemparan, hingga berujung lempar-lemparan dan melawan petugas untuk keluar,” ujar Ade.

Baca juga: Lapas Sorong Dibakar Massa, Sejumlah Napi Kabur

Lantaran mendapat perlawanan dari petugas, lanjut Ade, para narapidana melakukan pembakaran ruang kerja atau kantor Lapas.

Para narapidana kemudian berhasil keluar dan sebagian dari mereka melarikan diri.

Menurut Ade, pada saat terjadinya pembakaran, tidak ada aparat kepolisian dan TNI yang datang memberikan bantuan.

Sebab, pihak keamanan juga mengamankan sejumlah titik yang mendapat penyerangan dari massa yang sedang berunjuk rasa.

“Jadi saat pembakaran. Aparat keamanan juga lagi menjaga sejumlah titik, yang diserang oleh  massa pendemo,” kata Ade.

Ade mengatakan, terdapat satu petugas Lapas yang terluka akibat mencoba mencegah aksi pembakaran terhadap Lapas.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Guru Tersangka Tragedi Susur Sungai Sempor Tolak Penangguhan Penahanan

Regional
Tak Ingin Tanggung Jawab Setelah Hamili Korban, Alasan Pria Ini Bunuh Remaja yang Ditemukan Tewas Penuh Luka

Tak Ingin Tanggung Jawab Setelah Hamili Korban, Alasan Pria Ini Bunuh Remaja yang Ditemukan Tewas Penuh Luka

Regional
KLB DBD Diperpanjang, RSUD Maumere Kekurangan Dokter dan Ruangan

KLB DBD Diperpanjang, RSUD Maumere Kekurangan Dokter dan Ruangan

Regional
Arab Saudi Setop Umrah karena Virus Corona, Keberangkatan Ratusan Jemaah dari Semarang Ditunda

Arab Saudi Setop Umrah karena Virus Corona, Keberangkatan Ratusan Jemaah dari Semarang Ditunda

Regional
Polisi Akui Pantau Ayah Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Selama 1 Bulan

Polisi Akui Pantau Ayah Siswi SMP yang Tewas di Gorong-gorong Selama 1 Bulan

Regional
Tidak Ada Ampun bagi Oknum Polres di Maluku yang Bawa 1 Kg Sabu

Tidak Ada Ampun bagi Oknum Polres di Maluku yang Bawa 1 Kg Sabu

Regional
Korban Banjir di Subang Dapat Bantuan Rp 750 Juta dari Dana Darurat Jabar

Korban Banjir di Subang Dapat Bantuan Rp 750 Juta dari Dana Darurat Jabar

Regional
Pengakuan Budi Saat Masukkan Mayat Anaknya ke Gorong-gorong, Agar Terlihat Seperti Kecelakaan

Pengakuan Budi Saat Masukkan Mayat Anaknya ke Gorong-gorong, Agar Terlihat Seperti Kecelakaan

Regional
Pilkada Kabupaten Semarang, Istri Bupati Petahana versus Wakil Bupati

Pilkada Kabupaten Semarang, Istri Bupati Petahana versus Wakil Bupati

Regional
Sebelum Bunuh Diri, BN Kirim Ponsel Berisi Video Pesan untuk Orangtuanya Lewat Paket

Sebelum Bunuh Diri, BN Kirim Ponsel Berisi Video Pesan untuk Orangtuanya Lewat Paket

Regional
Klarifikasi Bupati Gresik yang Sempat Marah Saat Sidak...

Klarifikasi Bupati Gresik yang Sempat Marah Saat Sidak...

Regional
Identitas Jenazah yang Terikat Tali Rafia di Cilacap Terungkap, Diduga karena Bunuh Diri

Identitas Jenazah yang Terikat Tali Rafia di Cilacap Terungkap, Diduga karena Bunuh Diri

Regional
Arab Saudi Stop Umrah karena Virus Corona, Ridwan Kamil Hormati Keputusan

Arab Saudi Stop Umrah karena Virus Corona, Ridwan Kamil Hormati Keputusan

Regional
Disebut Calon Pendamping Cellica di Pilkada Karawang 2020, Acep Jamhuri: Enjoy Aja

Disebut Calon Pendamping Cellica di Pilkada Karawang 2020, Acep Jamhuri: Enjoy Aja

Regional
Curhat Warga Jabar di Daegu Korsel, Minta Ridwan Kamil Kirim Masker

Curhat Warga Jabar di Daegu Korsel, Minta Ridwan Kamil Kirim Masker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X