Anak Derita Polio dan Kekurangan Makanan, Syarifah Merasa Belum Merdeka

Kompas.com - 16/08/2019, 17:23 WIB
Syarifah saat menemani Ankanya Muhammad Reski 3 Tahun menderita Polio SUDDIN SYAMSUDDINSyarifah saat menemani Ankanya Muhammad Reski 3 Tahun menderita Polio

PAREPARE, KOMPAS.com - Menjelang HUT ke-74 RI, semarak kemerdekaan terlihat di sudut kota. Bendera Merah Putih nampak terpasang di mana-mana, menyambut pesta memeriahkan kemerdekaan Negara ini.

Namun tidak bagi Syarifah, Ibu dua anak warga Kelurahan Capppa Galung, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Syarifah masih jauh dari kata gembira menyambut HUT Kemerdekaan ke-74 RI.

Baca juga: Jelang Peringatan Kemerdekaan, Parpol Diingatkan Tak Sibuk Urus Dirinya Sendiri

Syarifah bersama dua orang anaknya hidup di gubuk tak layak huni berukuran 4x6 meter. Muhammad Reski, anak bungsunya yang berumur 2 tahun menderita polio. Tubuhnya kurus dan lemas. Muhammad Reski tak bisa berjalan.

"Sejak lahir anak saya sehat, namun karena kekurangan makanan mungkin ia lemas dan tak bisa berjalan. Menurut dokter dan perawat yang memantau perkembangan kesehatan Reski, ia menderita polio," ungkap Syarifah, Jumat (16/8/2019).

Kemerdekaan buat Syarifah tak dapat ia rasakan. Bantuan beras sejahtera tak pernah ia dapatkan.

Padahal, ia hanya berharap kiriman dari suaminya Lakodding, yang merantau ke Samarinda, Kalimantan Timur, dan bekerja sebagai buruh angkut.

Baca juga: Tugu Sentul Jombang, Monumen Pejuang Kemerdekaan yang Kini Tak Terawat

"Kesehatan anak saya sering dipantau oleh puskesmas setempat. Hanya saja kami kesulitan dalam memberikan makanan untuk anak saya. Saya tak pernah mendapatkan bantuan beras," ujar Syarifah.

Mendengar hal itu, Pemerintah Kota Parepare, mengerahkan petugas kesehatan, serta petugas dari kecamatan dan kelurahan untuk segara melakukan penanganan.

"Kami sudah menemukan lokasinya. Pihak kesehatan, aparat kecamatan dan kelurahan setempat, telah membawanya ke RSUD Andi Makkasau," kata Kabag Humas Pemkot Parepare Sulawesi Selatan Anwar Amir.

Ternyata, tak hanya Syarifah. Warga lain di sekitar rumah Syarifah juga termasuk warga kurang mampu.

Padahal lokasi yang terlihat kumuh itu tak jauh dari Kantor Wali Kota Parepare, Gedung DPRD dan calon kantor Rektorat Institute Teknologi Habibie (ITH).

Diketahui, Kota Parepare pernah meraih penghargaan sebagai Kota Tanpa Kumuh dan Kota Layak Anak. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X