Ridwan Kamil Berharap Gerindra dan PKS Lupakan soal Pilpres dan Pilgub Jabar

Kompas.com - 15/08/2019, 07:26 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (14/8/2019). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (14/8/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap seluruh partai politik yang menempatkan wakilnya di DPRD Provinsi Jawa Barat, termasuk Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan memimpin DPRD Provinsi Jawa Barat, bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, sudah saatnya partai politik pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 dan 02 menghilangkan gap antar-partai.

“Jangan membahas lagi urusan masalah yang lalu. Biasakan kita setelah kompetisi selesai, kita duduk bersama lagi untuk membahas apa yang bisa dikerjakan bersama-sama,” ucap Emil saat ditemui di kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Rabu (14/8/2019).

Selain Pilpres 2019, Emil juga berharap partai politik melupakan kompetisi dan persaingan di Pilkada Jawa Barat 2019.

Harapan tersebut dia lontarkan agar DPRD Jawa Barat tidak menjadi ganjalan untuk pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membuat program serta inovasi.

Baca juga: Gerindra Kuasai Kursi Ketua DPRD Jabar, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Pasalnya, komposisi baru DPRD Jawa Barat periode 2019-2024 nanti didominasi oleh partai-partai politik yang menjadi lawan Emil di Pilkada Jawa Barat 2018 lalu.

Di antara koalisi pengusung dirinya bersama Uu Ruzhanul Ulum, hanya PKB yang berhasil menempatkan salah satu kadernya sebagai salah satu wakil ketua DPRD dengan perolehan 12 kursi.

Sementara PPP dan Partai Nasdem jika digabungkan hanya punya 7 kursi. Bahkan, Partai Hanura tidak memiliki wakil sama sekali di DPRD Jawa Barat.

“Kami sangat terbuka selama untuk kepentingan masyarakat Jabar kita bisa dialog. Tidak ada lagi istilah pilgub, pileg, pilpres, itu sudah lewat. Yang kita samakan sekarang yaitu langkah menuju Jabar juara lahir batin,” imbuhnya.

Emil pun mengaku siap mendapatkan kritik dari seluruh partai politik, termasuk dari Partai Gerindra dan PKS yang pernah mengantarkannya menjadi wali Kota Bandung di ajang Pilwalkot Bandung 2013.

Pada Pilkada Jawa Barat 2018, Emil sempat menolak pinangan dari Partai Gerindra dan lebih memilih untuk maju bersama sejumlah partai politik pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yakni Partai Nasdem, PKB, PPP dan Partai Hanura.

“Tidak hanya dua partai (Gerindra dan PKS) saja, mau kritikan dari partai pengusung, bukan pengusung, dari masyarakat, dari mana pun selama itu kritik membangun, itu sangat dibutuhkan. Kalau tanpa kritik bagaimana kita tahu jalan keputusan dan pembangunan ini sesuai dengan harapan rakyat,” jelasnya.

Baca juga: Rapat Pleno KPU Tetapkan Gerindra Dapat Kursi Paling Banyak di DPRD Jabar

Emil pun optimistis dia dan DPRD Provinsi Jawa Barat yang akan dipimpin oleh Partai Gerindra bisa bekerja sama dan saling mendukung demi kepentingan Jawa Barat.

“Tidak ada masalah, saya kira masalah komunikasi saja,” tuturnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X