Piramida 4 Meter Ini Dibuat dari Sampah Botol Plastik Pendaki Merbabu...

Kompas.com - 14/08/2019, 05:46 WIB
Piramida dari bahan botol plastik bekas berdiri di jalan Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPiramida dari bahan botol plastik bekas berdiri di jalan Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (13/8/2019).

BOYOLALI, KOMPAS.com - Piramida setinggi 4 meter menghiasi jalan utama Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. 

Piramida memiliki lebar 8 meter dan panjang 12,5 meter tersebut terbuat dari bahan utama botol plastik bekas berukuran 1.500 ml yang dibuang para pendaki Gunung Merbabu.

Piramida dari botol plastik bekas tersebut diciptakan oleh Kelompok Pecinta Alam (KPA) Rajawali, Karang Taruna Perisai dan warga Dukuh Surodadi.

Pembuatan piramida itu untuk memberikan edukasi atau pendidikan kepada para pendaki Gunung Merbabu agar tidak membuang sampah secara sembarangan.

Baca juga: Pemuda Bambangan Sulap Sampah Pendaki Gunung Slamet Jadi Rumah Botol

Ketua KPA Rajawali, Agus Sutarno (35) menceritakan ide pertama kali membuat piramida itu karena banyaknya sampah botol plastik bekas yang dibuang secara sembarangan para pendaki di Gunung Merbabu.

Botol-botol tersebut kemudian dikumpulkan relawan KPA Rajawali dan Karang Taruna Dukuh Surodadi dari Gunung Merbabu kemudian diangkut ke bawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah semuanya terkumpul botol plastik bekas tersebut kemudian disusun membentuk piramida.

"Kita prihatin banyak sampah plastik dan botol plastik bekas air mineral yang dibuang sembarangan para pendaki Gunung Merbabu," ucap Tarno ditemui di Sekretariat KPA Rajawali di Dukuh Surodadi, Desa Tarubatang, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (12/8/2019).

Baca juga: Sampah Botol Plastik Suroboyo Bus Terkumpul 39 Ton Bernilai Rp 150 Juta

Dibangun sebulan, butuh 12.000 botol plastik 

Proses pembuatan piramida dari botol plastik bekas membutuhkan waktu selama satu bulan. Pembuatan telah dilakukan sejak awal Juli 2019 mengabiskan sekitar 12.000 botol plastik bekas.

"Ini bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan terutama dalam mengurangi sampah plastik di Taman Nasional Gunung Merbabu," ungkap Tarno.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.