2 Warga Tewas dan 39 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit Keracunan Lontong Sayur

Kompas.com - 11/08/2019, 07:00 WIB
Puluhan warga mendapat perawatan usai menyantap lontong sayur pada acara wirid yasinan di Siguntur, Dharmasraya, Sabtu (10/8/2019) (Dok: Polres Dharmasraya) PERDANA PUTRAPuluhan warga mendapat perawatan usai menyantap lontong sayur pada acara wirid yasinan di Siguntur, Dharmasraya, Sabtu (10/8/2019) (Dok: Polres Dharmasraya)

PADANG, KOMPAS.com - Dua warga tewas dan 39 orang lainnya dirawat karena keracunan usai menyantap lontong sayur saat acara wirid yasinan di Nagari Siguntur, Dharmasraya, Sumatera Barat, Sabtu (10/8/2019).

Dua orang yang meninggal itu bernama Jati Aswarti (53) dan Rahmina (52). Sementara 39 korban lainnya dirawat di rumah sakit, puskesmas, dan rawat jalan.

Kasat Reskrim Polres Dharmasraya, AKP Suryanto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait peristiwa itu.

"Kasus ini sedang kita selidiki. Sejumlah saksi termasuk tuan rumah wirid yasinan sudah kita mintai keterangan," kata Suryanto, saat dihubungi, Sabtu.


Baca juga: 4 Pekerja Ditemukan Tewas Keracunan Gas di Dalam Kapal Tongkang

Suryanto mengatakan, kejadian itu berawal dari acara wirid yasinan di sebuah rumah warga di Nagari Siguntur, Dharmasraya pada Jumat (9/8/2019).

Pada acara itu disediakan lontong sayur yang dihidangkan tuan rumah. Sebanyak 41 orang warga termasuk tuan rumah menyantap hidangan itu.

Kemudian pada Jumat malam, ada beberapa peserta wirid yang mengalami sakit perut dan mual. Kejadian itu juga dialami peserta lainnya hingga dilaporkan ada dua orang yang  meninggal.

Setelah mendapat laporan itu, pihaknya turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi dan memintai sejumlah keterangan saksi.

"Kita masih selidiki apakah ada unsur kesengajaan meracuni warga atau tidak masih kita selidiki. Namun, dari keterangan sementara tuan rumah dia juga mengalami sakit," kata Suryanto.

Baca juga: Siswa SD Keracunan Lemper, Polisi Periksa Sampelnya ke Laboratorium



Terkini Lainnya

Dendam dengan Suami, Jadi Motif Dewi Bunuh 2 Balita Kembar

Dendam dengan Suami, Jadi Motif Dewi Bunuh 2 Balita Kembar

Regional
Bandara Supadio Pontianak Lumpuh karena Kabut Asap, 37 Penerbangan Dibatalkan

Bandara Supadio Pontianak Lumpuh karena Kabut Asap, 37 Penerbangan Dibatalkan

Regional
9 Korban Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi Hendak ke Gereja

9 Korban Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi Hendak ke Gereja

Regional
Kabut Asap Semakin Tebal, Dinas Kesehatan Wajibkan Warga Kenakan Masker Saat Keluar Rumah

Kabut Asap Semakin Tebal, Dinas Kesehatan Wajibkan Warga Kenakan Masker Saat Keluar Rumah

Regional
Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Irigasi

Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Irigasi

Regional
Mahfud MD: Presiden Perlu Panggil Pimpinan KPK untuk Diskusi

Mahfud MD: Presiden Perlu Panggil Pimpinan KPK untuk Diskusi

Regional
Fakta Terkini Kecelakaan di Tol Jagorawi, Akibat Ban Pecah hingga 3 Tewas

Fakta Terkini Kecelakaan di Tol Jagorawi, Akibat Ban Pecah hingga 3 Tewas

Regional
Gas Amonia Bocor dari Pabrik Es, Warga Berhamburan Lari ke Pantai

Gas Amonia Bocor dari Pabrik Es, Warga Berhamburan Lari ke Pantai

Regional
Udara Sangat Tidak Sehat, Libur Sekolah di Pontianak Diperpanjang hingga Selasa

Udara Sangat Tidak Sehat, Libur Sekolah di Pontianak Diperpanjang hingga Selasa

Regional
Cakupan Pengobatan HIV-AIDS Indonesia Terburuk di Asia Pasifik

Cakupan Pengobatan HIV-AIDS Indonesia Terburuk di Asia Pasifik

Regional
Dampak Kabut Asap, Puluhan Ribu Warga Kalsel Terserang ISPA, Puskesmas Diminta Buka 24 Jam

Dampak Kabut Asap, Puluhan Ribu Warga Kalsel Terserang ISPA, Puskesmas Diminta Buka 24 Jam

Regional
Kabut Asap Semakit Tebal, Ribuan Warga Gelar Shalat Minta Hujan

Kabut Asap Semakit Tebal, Ribuan Warga Gelar Shalat Minta Hujan

Regional
Kabut Asap Pekat Berdampak Keterlambatan Penerbangan di Riau

Kabut Asap Pekat Berdampak Keterlambatan Penerbangan di Riau

Regional
Ini Alasan Mahfud MD Sebut KPK Tidak Bisa Serahkan Mandat ke Presiden

Ini Alasan Mahfud MD Sebut KPK Tidak Bisa Serahkan Mandat ke Presiden

Regional
Ditangkap, Buruh Bangunan Mengakui Perkosa Keponakan Sendiri

Ditangkap, Buruh Bangunan Mengakui Perkosa Keponakan Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X