Dibekukan, SMA Taruna Indonesia Hormati Keputusan Gubernur Sumsel

Kompas.com - 06/08/2019, 18:31 WIB
Lokasi SMA  Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang. KOMPAS.com/AJI YK PUTRALokasi SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Palembang.

PALEMBANG, KOMPAS.com- Kepala Sekolah SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia Tarmizi Endrianto menerima sanksi yang dijatuhkan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru terkait larangan menerima siswa baru untuk tahun ajaran 2020-2021 mendatang.

Sanksi itu diberikan kepada pihak sekolah setelah tim investigasi melaporkan hasil temuan mereka kepada Gubernur Sumsel.

Di mana, dalam temuan itu, banyak didapati standar sekolah berasrama tidak sesuai dengan aturan dari kementerian pendidikan, seperti luas lahan yang kurang, pencahayaan dan sistem pendidikan militer yang salah.

"Kami hormati kebijakan apa yang sudah diberikan Gubernur Sumsel," kata Tarmizi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Gubernur Sumsel Bekukan SMA Taruna Indonesia, 1 Tahun Dilarang Terima Siswa Baru

Tarmizi mengungkapkan, meskipun mereka tak diperbolehkan menerima siswa baru pada ajaran tahun depan, proses belajar sampai saat ini tidak terganggu.

Namun, mereka akan melakukan evaluasi dengan pihak yayasan terkait kebijakan Gubernur Sumsel yang meminta pembenahan sistem belajar.

"Dengan pihak yayasan nanti akan disepakati sistem belajarnya bagaimana,"ujarnya.

Sementara itu, saat ini pihak sekolah terbuka untuk memberikan informasi kepada kepolisian agar kasus yang menimpa mereka bisa selesai secara tuntaas.

"Kalau penyelidikan memang masih berlanjut ke polisi, informasi semuanya sudah diberikan kepada polisi," jelasnya.

Baca juga: Siswa Tewas Seusai Orientasi, Kepala SMA Taruna Indonesia Diperiksa Polisi

Diberitakan sebelumnya, SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia resmi dibekukan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pasca-dilakukannya investigasi terkait kematian dua siswa mereka ketika mengikuti kegiatan orientasi di sekolah tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada, Dilema Pemilih di Tengah Pendemi, Ancaman Golput hingga Takut Corona

Pilkada, Dilema Pemilih di Tengah Pendemi, Ancaman Golput hingga Takut Corona

Regional
Mencari Jejak 'Mr Black'' Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Mencari Jejak "Mr Black"" Pemilik 30 Kg Sabu di Medan, Kirim Kurir yang Miliki 7 Identitas

Regional
5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

5 Daerah yang Kini Masuk Zona Merah, Bandung hingga Kota Batu

Regional
Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Kisah ODHA di Semarang, Panggilan Jiwa Bantu Sesama hingga Bangkit Lawan Stigma

Regional
Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Setelah Ada Tambang, Tiap Tahun Petani di Kukar Merugi karena Sawah Terendam Banjir

Regional
Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Fakta Terbaru Pasca-demo di Rumah Mahfud MD, Ibunda Batal Diungsikan, Polisi Periksa Peserta Aksi

Regional
Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X