Gunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Surabaya Mampu Hemat Biaya Listrik

Kompas.com - 06/08/2019, 18:04 WIB
Salah satu traffict light di Jalan Diponegoro, Surabaya, menggunakan teknologi pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell. Dok. Pemkot SurabayaSalah satu traffict light di Jalan Diponegoro, Surabaya, menggunakan teknologi pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggunakan teknologi solar cell atau pembangkit listrik tenaga surya yang diaplikasikan ke sejumlah titik traffic light (TL), penerangan jalan umum, rumah pompa, Terminal Purabaya, sekolah, hingga kantor instansi pelayanan publik.

Selain bertujuan untuk meminimalisir saat terjadi gangguan listrik padam, teknologi ini juga dinilai bermanfaat pada penghematan anggaran yang dikeluarkan Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pengunaan solar cell di lingkungan Pemkot Surabaya dimulai pada tahun 2016 lalu.

Awalnya, saat itu terjadi peristiwa angin puting beliung yang menerjang di sejumlah kawasan Kota Surabaya.

Baca juga: Risma: Progres Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya Sudah 80 Persen

Imbasnya, sejumlah kantor instansi pemerintahan tidak bisa melayani karena aliran listrik terganggu akibat terjadinya angin puting beliung tersebut.

"Selain itu, sejumlah ruas jalan juga mengalami kemacetan lalu lintas akibat dari lampu traffic light yang tidak berfungsi dengan baik karena aliran listrik terganggu," kata Risma, Selasa (6/8/2019).

Dengan adanya gangguan tersebut, Risma mengaku akhirnya memutuskan untuk menggunakan teknologi solar cell tersebut.

Menurut dia, hingga saat ini, Pemkot Surabaya belum pernah mengalami kendala saat melayani warganya yang diakibatkan putusnya aliran listrik.

"Kami sudah pasang (solar cell) di banyak titik, sekarang ada 100 titik, kami sudah pasang hampir 70 persen," ucap Risma.

Sebelum menggunakan teknologi pembangkit listrik tenaga surya, Risma mengaku bahwa Pemkot Surabaya harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 1 juta per bulan untuk satu titik traffic light.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X