Gempa Magnitudo 5,2 di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Kompas.com - 06/08/2019, 12:10 WIB
Ilustrasi gempa ShutterstockIlustrasi gempa

MANADO, KOMPAS.com - Gempa bumi tektonik terjadi di wilayah laut di sebelah tenggara Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Selasa (6/8/2019). Namun, gempa yang terjadi pukul 10.51 WIB tersebut tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa bumi ini memiliki kekuatan magnitudo 5,3 yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,2.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Edward Henry Mengko dalam keterangan tertulis, Selasa siang.

Baca juga: Aneka Bencana yang Mengintai Bandara YIA: Tsunami, Likuefaksi, Gempa, hingga Hujan Abu

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,18 LU dan 126,46 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 136 kilometer arah tenggara Kota Ondong, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, pada kedalaman 52 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat deformasi kerak bumi pada lempeng Laut Maluku.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan struktur sesar naik (thrust fault).

Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di Bitung dan Siau II-III MMI, di mana getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Kemudian, di Manado II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda yang digantung terlihat bergoyang.

Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Sementara itu, hingga pukul 11.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kepada warga diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat diminta memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.

Selain itu, masyarakat diminta mencermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X