Pemkot Bogor Bangun Pengolahan Sampah Senilai Rp 630 Miliar, Apa Manfaatnya?

Kompas.com - 30/07/2019, 15:43 WIB
Caption: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, CEO Plastic Energy Carlos Monreal, dan Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuat kesepakatan soal pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel dengan Plastic Energy di London, Inggris, Senin (22/7/2019). Dokumentasi Humas Pemprov Jabar Caption: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, CEO Plastic Energy Carlos Monreal, dan Wali Kota Bogor Bima Arya saat membuat kesepakatan soal pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi biodiesel dengan Plastic Energy di London, Inggris, Senin (22/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Perusahaan asal Inggris, Plastic Energy Limited sepakat menanam investasi dengan nilai sebesar 45 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 630 miliar untuk membangun pengolahan sampah plastik menjadi bio diesel di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Bogor, Jawa Barat.

Pembangunan pengolahan sampah menjadi sumber energi itu akan mulai pada tahun 2020 di atas lahan seluas 10 hektare di kawasan TPA Galuga.

"Pembangunan ini akan sangat membantu program pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah, serta diharapkan dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal di sekitar TPA Galuga," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Selasa (30/7/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil dan Bima Arya 4 Hari di Inggris, Ini yang Dilakukan

Kesepakatan ini disetujui setelah Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja ke London, Inggris, beberapa waktu lalu.

Bima mengatakan, program ini merupakan yang pertama di Asia Tenggara yang telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Bima, Bogor dipilih sebagai kota pertama yang melakukan kerja sama dengan Plastic Energy Limited dalam pengelolaan sampah plastik yang dapat diubah menjadi sumber energi.

Bima menjelaskan, Pemkot Bogor berkewajiban untuk menyiapkan segala perijinannya, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pemilahan sampah rumah tangga.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, lanjut Bima, Pemkot Bogor dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor harus berkoordinasi untuk persiapan dan pelaksanaan pembangunan pengolahan sampah plastik menjadi bio diesel tersebut.

"Nantinya, sebanyak 100 ton plastik akan dipilah dari 1.000 ton sampah per hari di Galuga, tanpa adanya biaya timbang sampah atau tiping fee bagi Pemkot Bogor," sebut Bima.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X