Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Peringati Hari Anak, Ganjar Ajak Anak dengan HIV/AIDS Bermain Bola

Kompas.com - 23/07/2019, 21:07 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bermain bola bersama anak-anak dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (23/7/2019) Dok. Humas Pemprov Jawa TengahGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bermain bola bersama anak-anak dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (23/7/2019)

KOMPAS.com - Anak-anak di Yayasan Lentera, Surakarta, berteriak kegirangan saat melihat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, datang membawa bola.

Ganjar memang sengaja berkunjung ke Surakarta untuk berjumpa dengan Anak-anak dengan HIV/AIDS (ADHA) pada Selasa (23/7/2019), yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional.

Anak-anak pun segera mengerubungi lelaki berambut putih itu.

"Hei, ini satu-satu. Jangan rebutan. Dikasih ke yang kecil dulu. Jangan nangis ini masih ada bolanya," kata Ganjar sambil mencoba menenangkan belasan anak-anak yang berebut bola dari tangannya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Yayasan Lentera di Surakarta, Jawa Tengah untuk bermain bersama anak dengan HIV/AIDS, Selasa (23/7/2019)Dok. HUmas Pemprov Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Yayasan Lentera di Surakarta, Jawa Tengah untuk bermain bersama anak dengan HIV/AIDS, Selasa (23/7/2019)

Setelah mendapat bola, anak-anak itu berlarian ke sana ke mari memainkan hadiah dari Pak Gubernur Ganjar.

Bahkan, beberapa anak mengajak Ganjar ikut bermain.

"Ayo tendang. Lho, ini bola voli. Ya sudah tidak apa-apa yang penting bisa ditendang," kata Ganjar.

Baca juga: Stop Diskriminasi Anak dengan HIV di Sekolah

Yayasan Lentera mengasuh 14 anak-anak, dari usia 4 bulan hingga belasan tahun yang positif HIV/AIDS. Selain itu, ada 20 remaja dengan HIV/AIDS tinggal di situ.

Anak dan remaja dengan HIV/AIDS tersebut tinggal di rumah milik Yayasan Lentera lantaran ditolak keluarganya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membawakan bola untuk anak-anak dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera, Surakarta, Selasa (23/7/2019)Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membawakan bola untuk anak-anak dengan HIV/AIDS di Yayasan Lentera, Surakarta, Selasa (23/7/2019)

Mereka hidup bersama 10 orang pengasuh di rumah yang terletak tak jauh dari Taman Makam Pahlawan Surakarta.

"Beberapa hari ini orang-orang bercerita tentang anak pengidap HIV/AIDS ternyata temen-temen di sini mengelola dengan sangat baik. Saya dadakan saja ke sini karena tadi habis perayaan Hari Anak Nasional terus ke Solo dan langsung mampir ke sini," kata Ganjar.

Baca juga: Anak dengan HIV Bisa Berprestasi dan Tidak Perlu Dibedakan

Sesekali anak-anak yang mengajak Ganjar bermain bola tadi menangis karena bolanya direbut anak lain.

Ganjar pun nampak beberapa kali mengajak anak itu bercanda untuk meredakan tangisnya.
Ganjar mengatakan, ADHA memiliki hak yang sama dengan anak-anak lain untuk melanjutkan hidup.

"Mereka ini bisa disiapkan untuk masa depan yang lebih mandiri. Soal umur hanya tuhan yang tahu, tapi manusia membantu anak-anak yang punya semangat luar biasa," kata dia.

Baca juga: ADHA, Menantang Arus Deras Stigma HIV/AIDS

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Selundupkan 6 Warga China Via Laut, Dua Warga Indonesia Diperiksa Polisi

Regional
Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Pemeriksaan Maraton oleh KPK Terkait Kasus Mantan Bupati Mojokerto

Regional
Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Kronologi Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandungnya karena Rewel Saat Mandi

Regional
Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Menguak Bisnis Pen Gun di Makassar, Fenomena Baru hingga Peluru dari Luar Negeri

Regional
Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Mobil Polisi Digembok karena Parkir di Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Pawang yang Digigit King Kobra Disebut Lakukan Ritual Jinakkan Ular, Bukan Atraksi

Regional
Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Cerita Mahasiswa Indonesia yang Keluar dari China Saat Corona Mulai Mewabah

Regional
Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Bolos Kerja 176 Hari, Ini Sanksi bagi 3 Guru SD dan 1 Pegawai Administrasi SMP di Kudus

Regional
Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Cerita Ayah Telepon Putrinya di Wuhan 3 Jam Sekali Hanya untuk Tanya Kabar

Regional
60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

60 Ternak di Gunungkidul Mati Mendadak Sejak Desember 2019, 6 karena Antraks

Regional
Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Balita asal China Masih Diisolasi di RSUD NTB

Regional
Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Zuhri Pantau Istrinya yang Sedang Selesaikan Program Doktor di Wuhan Lewat Telepon

Regional
Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Begini Nasib Siswi SD yang Diculik dan Dicabuli hingga Hamil 9 Bulan

Regional
Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Cegah Penyebaran Corona, Pemkab Bantul Pantau Warung Makan yang Sajikan Kelelawar

Regional
174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

174 Turis China di Solo Akan Segera Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya