Pegawai Sebuah Bank Gelapkan Uang Rp 1,5 Miliar untuk Transaksi Bitcoin

Kompas.com - 22/07/2019, 16:03 WIB
Tersangka AT (menutup wajah) usai diperiksa di kantor Kejari Lamongan dan hendak dibawa menuju mobil tahanan. HAMZAH ARFAHTersangka AT (menutup wajah) usai diperiksa di kantor Kejari Lamongan dan hendak dibawa menuju mobil tahanan.

LAMONGAN, KOMPAS.com - AT (31), pegawai BRI unit cabang Mantup, Lamongan, diamankan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, karena diduga telah menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 1,5 miliar. 

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lamongan, Yugo Susandi mengatakan, tersangka yang bekerja di bagian marketing dan analisis mikro (mantri) dilaporkan oleh jajaran BRI Unit Cabang Mantup atas tindakan yang dilakukan.

"Bank BRI sendiri pelapornya, yakni unit Mantup terkait ada indikasi dugaan kredit fiktif yang dilakukan oleh mantrinya. Itu dilakukan dari mulai tahun 2018 hingga 2019," ujar Yugo kepada awak media, Senin (22/7/2019).

Baca juga: Karyawan BRI Manado Jadi Tersangka Kredit Fiktif Senilai Rp 4,5 Miliar

Kasus kredit fiktif tersebut sudah dilakukan proses penyidikan oleh Kejari Lamongan sejak 25 Juni 2019 berdasarkan surat perintah penyidikan nomor 01/0.5.35/FG.1/06/2019. 

Besaran dana yang digelapkan oleh tersangka dalam kurun waktu satu tahun mencapai Rp 1,5 miliar.

Dalam kasus ini, pihak Kejari Lamongan telah memeriksa beberapa saksi, termasuk kepala BRI unit cabang Mantup untuk dimintai keterangan.

AT mulai bekerja pada 2016 dan kemudian diangkat menjadi mantri itu pada 2018. Sejak menjabat sebagai mantri itulah, AT kemudian melancarkan aksinya dengan membuat kredit fiktif menggunakan data nasabah dari berkas UPedes yang telah lunas dan atau permohonan ditolak.

Dari berkas tersebut, AT kemudian memasukkan (mengentri ulang) ke dalam aplikasi untuk diproses ulang tanpa sepengetahuan nasabah, dengan cara menggunakan identitas dan password yang telah dicuri dari kepala BRI unit cabang Mantup.

"Ketika kepala unit ada kegiatan di luar, maka mantri mencuri password Id," jelasnya.

Baca juga: Ini Modus Oknum Pegawai BRI Korupsi Uang Rp 1 Miliar untuk Judi Online

Namun, nasabah yang diajukan oleh tersangka rupanya fiktif belaka, dengan yang bersangkutan hanya melakukan akal-akalan untuk bisa mencairkan jumlah dana tersebut.

"Nasabah fiktif, sebenarnya nasabah enggak ada, nasabahnya dibuat sendiri oleh mantrinya. Ada 38 rekening, cuma nasabahnya fiktif," tutur Yugo.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X