Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kronologi Pembunuhan Presenter TVRI

Kompas.com - 22/07/2019, 15:52 WIB
Kiki Andi Pati,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

KENDARI, KOMPAS.com - Pembunuhan terhadap presenter TVRI yang juga pegawai Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Abu Saila alias Aditya (55), dipicu oleh rasa sakit hati tersangka kepada korban. 

Polres Kendari menyebutkan, sebelum pelaku Achfi Suhasim alias Afid (29) membunuh Presenter TVRI itu, ia sempat dilecehkan secara fisik. Hal itu berdasarkan keterangan tersangka saat pemeriksaan hari ini, Senin (22/7/2019).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kendari AKP Diki Kurniawan menuturkan kronologi sesaat sebelum terjadinya peristiwa sadis tersebut.

Awalnya, korban menjemput tersangka di depan rumah makan Pendowo Jalan Abunawas samping eks MTQ di Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sabtu, (20/7/2019), sekitar pukul 19.30 Wita.

Saat itu, korban mengendarai mobil Avanza warna putih nomor polisi DT 1380 IE.

Baca juga: 6 Fakta Presenter TVRI Ditemukan Tewas di Selokan, Sakit Hati hingga Terancam 20 Tahun Penjara

"Korban bersama pelaku berkeliling dan korban mengajak untuk pergi ke rumah pelaku di BTN Medibrata II Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Namun ia menolak, karena banyak orang," kata Diki saat ditemui di ruang kerjanya, Senin.

Selanjutnya, korban yang mengemudi kendaraan masuk di Jalan Syech Yusuf I Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, yang menjadi lokasi penemuan mayat korban.

Diki menguraikan, korban tiba-tiba menghentikan kendaraan. Saat itu, korban berniat untuk melakukan tindakan yang dianggap melecehkan. Namun, tersangka menolak sehingga ia mengeluarkan pisau yang telah dibawa.

"Pelaku bertanya kepada korban 'kau mau lecehkan saya kah?'. Korban kemudian menjawab 'saya sayang sama kita'. Pelaku kembali menjawab 'kau kurang ajar'. Setelah itu, masih di  dalam mobil, pelaku langsung menikam perut korban satu kali," kata Diki.

Kemudian, korban keluar dari mobil dan diikuti tersangka yang ingin mengambil pisau yang tertancap di perut. Namun, menurut Diki, korban mencabut pisau tersebut dan mencoba menikam tersangka.

Tetapi, pelaku berhasil menangkap pisau tersebut. Menurut Diki, pelaku justru merebut pisau dan menikam korban secara berkali kali sampai terjatuh.

"Saat itu korban sempat berteriak minta tolong. Pelaku kemudian pergi membawa mobil korban dan meninggalkannya di depan SMA Negeri 9 Kendari," tutur Diki.

Baca juga: Ini Alasan Pelaku Bunuh Presenter TVRI

Selanjutnya, pelaku berlari ke arah pinggir laut di Asrama Dayung Jalan by pass untuk membuang pisau ke laut. Kemudian, tersangka mencuci bekas darah di tangannya.

Setelah itu, pelaku kemudian memesan taksi online, dan menuju ke Polsek Mandonga untuk melaporkan kehilangan dompet dan identitasnya.

Setelah itu, pelaku pergi ke rumah indekos pacarnya di jalan Abunawas tempat pelaku ditangkap.

"Pada 21 Juli 2019 sekitar pukul 16.00 wita, di Jalan Abunawas Kelurahan, Bende Kecamatan Kadia, Kota Kendari, anggota Buser Satuan Reskrim Polres Kendari telah melakukan penangkapan terhadap pelaku," kata Diki.

Sebelumnya diberitakan, warga menemukan jenazah laki-laki yang merupakan seorang presenter TVRI Sultra bernama Abu Saila alias Aditya di dalam selokan di Jalan Syech Yusuf Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonda, Kota Kendari, Minggu (21/7/2019).

Saat ditemukan, di tubuh korban ada beberapa luka tusukan, seperti di bagian perut, dahi dan lengan. Korban terbaring menggunakan celana pendek warna krem dan baju kaos hitam.

Selain itu, di bagian tangan sebelah kanan korban masih menggunakan jam tangan. Kondisi jenazah berlumuran darah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com