Gus Sholah Minta Pemerintah Naikkan Harga Rokok agar Tak Terjangkau Anak

Kompas.com - 20/07/2019, 19:49 WIB
Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), bersama ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, menandatangi naskah deklarasi dukungan terhadap upaya pengendalian konsumsi rokok, di Pesantren Tebuireng, Sabtu (20/7/2019). MOH. SYAFIÍPengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah), bersama ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, menandatangi naskah deklarasi dukungan terhadap upaya pengendalian konsumsi rokok, di Pesantren Tebuireng, Sabtu (20/7/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid ( Gus Sholah) mendorong pemerintah lebih serius dalam pengendalian konsumsi rokok.

Menurut Gus Sholah, masyarakat yang bukan perokok, terutama perempuan dan anak-anak harus dihindarkan dari pengaruh adiksi rokok demi menjaga kualitas hidup mereka.

Dikatakan adik kandung Gus Dur ini, dalam mengendalikan konsumsi rokok di kalangan anak-anak, perlu ditegaskan larangan merokok di tempat publik, khususnya di lingkungan pesantren maupun sekolah.

"Kami sangat setuju generasi muda di masa depan harus bebas dari pengaruh adiksi rokok sehingga kualitas hidupnya lebih baik," kata Gus Sholah dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (20/7/2019). 

Baca juga: Gus Sholah Sayangkan NU Minta Jatah Menteri

Selain itu, ia menilai pemerintah perlu memperluas kawasan tanpa rokok serta mempertimbangkan penentuan harga rokok yang tidak bisa dijangkau anak-anak.

"Kami juga berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pengendalian konsumsi rokok, salah satunya dengan menaikkan harga rokok setinggi-tingginya agar tidak terjangkau anak-anak," kata dia. 

Untuk diketahui, terkait upaya pengendalian konsumsi rokok, digelar pertemuan para Kiai, santri dan para kader perempuan muda Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) Jawa Timur, di Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (20/7/2019).

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) bekerja sama dengan Komite Nasional Pengendalian Tembakau.

Pada penghujung pertemuan, pihak Pesantren Tebuireng bersama Fatayat NU Jawa Timur, mendeklarasikan dukungan terhadap setiap upaya pengendalian konsumsi rokok.

Deklarasi yang berisi beberapa poin seruan pembatasan dan pengendalian konsumsi rokok itu ditandangani Gus Sholah selaku Pengasuh Pesantren Tebuireng serta Ketua Fatayat NU Jawa Timur, Dewi Winarti.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X