Gus Sholah Sayangkan NU Minta Jatah Menteri

Kompas.com - 17/07/2019, 10:42 WIB
KH Sholahudin Wahid ARI HIMAWAN SARONOKH Sholahudin Wahid

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid, meminta Nahdlatul Ulama (NU) kembali ke khittah atau asalnya sebagai bagian dari masyarakat sipil.

Menurutnya, NU sekarang sudah masuk ke dunia politik terlalu jauh karena ada yang meminta jatah menteri ke Presiden Jokowi.

Gus Sholah, panggilan akrabnya, ini bahkan tidak segan meminta NU menjadi partai apabila terjun sangat jauh pada perpolitikan Indonesia.

"Saya pikir organisasi NU terlalu jauh masuk dalam kegiatan politik. Bahkan meminta jatah menteri, kalau mau begitu jadi partai saja," kata Gus Sholah yang juga tokoh NU di Pekalongan Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019).

Baca juga: Yakin Ada Rekonsiliasi, Gus Sholah Minta Prabowo Loyal Sebagai Oposisi

Gus sholah menambahkan jika ia sudah bertemu sejumlah petinggi NU meminta agar tidak masuk terlalu dalam ke dunia politik. Apalagi meminta jatah menteri kepada presiden yang sangat disayangkan.

"NU itu didirikan untuk melayani umat Islam di Indonesia, bukan untuk menguasai umat, yang dimaksud dangan kembali ke khittah seperti itu," tambahnya.

Gus Solah bersama sejumlah tokoh penting NU seperti KH Nasihin, Kiai Thoha, Kiai Rozi dan yang lainnya menghadiri acara Halaqah Komite Khittah Nahdlatul Ulama (NU) 1926 ke-9 digelar di Gedung Koperasi Batik Pekajangan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Baca juga: Gus Sholah Pasca-putusan MK: Mudah-mudahan Ketegangan Bisa Segera Pulih



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X