Banjir Disertai Batu dan Pasir di Gunung Bromo Tak Terkait Erupsi

Kompas.com - 20/07/2019, 12:09 WIB
Kaldera Gunung Bromo dilihat dari Puncak B29 Lumajang.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Kaldera Gunung Bromo dilihat dari Puncak B29 Lumajang.

MALANG, KOMPAS.com - Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan, aliran air disertai material batuan dan pasir yang terjadi di kaldera Gunung Bromo pada Jumat (19/7/2019) sore bukan lahar dingin.

Aliran air itu merupakan banjir yang diakibatkan oleh hujan. Kebetulan, pada saat yang bersamaan Gunung Bromo erupsi.

"Kemarin hanya timing-nya saja yang bersamaan. Gunung Bromo erupsi, pada saat yang sama situasi di sekitar kawasan itu hujan," kata Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat melalui pesan tertulis, Sabtu (20/7/2019).


Baca juga: Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekat ke Kawah

"Hanya situasinya saja bersamaan. Penjelasan dari PVMBG itu bukan lahar dingin," tambahnya.

Sarif mengatakan, banjir di kaldera Gunung Bromo merupakan fenomena biasa. Sebab, kaldera Gunung Bromo dikeliling oleh perbukitan. Sehingga saat terjadi hujan, air akan mengarah ke dasar kaldera.

"Kaldera posisinya di bawah. Ada aliran seperti sungai normal," katanya.

Saat ini, banjir itu sudah surut. Cuaca di gunung dengan ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut (mdpl) itu juga cerah.

"Informasi masih normal. Banjir sudah tidak ada," katanya.

Baca juga: Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Dilarang Mendekat ke Kawah

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga menyatakan hal yang sama. Berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com, banjir disertai material itu tidak terkait langsung dengan aktivitas erupsi Gunung Bromo.

PVMBG mencatat, curah hujan saat itu sebesar 0,4 milimeter.

PVMBG menyebutkan bahwa morfologi kaldera Tengger merupakan topografi rendah yang dikelilingi oleh perbukitan sehingga jika terjadi hujan, aliran air akan bergerak ke arah dasar kaldera.

Endapan batuan di sekitar perbukitan Kaldera Tengger dan puncak Gunung Bromo umumnya terdiri dari produk jatuhan yang bersifat lepas, sehingga akan mudah tergerus oleh air hujan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X