BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Operasi Gratis, Upaya Mengembalikan Senyum Manis Pemuda Timur Indonesia

Kompas.com - 18/07/2019, 11:37 WIB
Victor, seorang penderita bibir sumbing di Kupang, NTT, tak memiliki uang yang cukup untuk melakukan operasi MICO DESRIANTO/Kompas.comVictor, seorang penderita bibir sumbing di Kupang, NTT, tak memiliki uang yang cukup untuk melakukan operasi

KUPANG, KOMPAS.com – Orang timur Indonesia atau Melanesia dikenal memiliki senyum yang manis. Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) periode 2008-2018, Frans Lebu Raya, mengamini senyum manis memang jadi ciri khas Orang Melanesia, melansir Kompas.com, Senin (23/11/2015).

Sayangnya tak semua Orang Melanesia memiliki kepercayaan diri untuk tersenyum, seperti dua pemuda Kupang yakni Shandry Lakalay (24) dan Victor Rainer Adja (28) yang sejak lahir menderita bibir sumbing.

Jangankan untuk menebar senyum, buat makan saja keduanya kompak mengatakan sulit dan terkadang menyakitkan.

“Sedih, saya juga tidak dapat berkomunikasi dengan baik,” ujar Victor saat Kompas.com temui di Rumah Sakit (RS) St. Carolus Borromeus Kupang, Minggu (15/7/2019).

Akibat bibir sumbing yang dialaminya, suara Victor terdengar sengau, butuh pendengaran  tajam saat mendengar ia berbicara.

Baca jugaCerita Dua Penderita Katarak Bertahan Hidup dalam Keterbatasan

Meski begitu, Victor bercerita dengan penuh semangat, meski kondisi tubuhnya sedang tidak prima akibat hawa dingin yang disertai angin kencang tengah melanda Kupang saat itu.

Sebagai informasi, Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan satu dari 700 bayi baru lahir mengalami bibir sumbing atau disebut langit mulut sumbing

Di Indonesia sendiri terdapat 7.500 per tahun kasus bayi menderita bibir sumbing. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013, prevalensi kecacatan pada anak usia (24-29) bulan mencapai 0,53 persen dengan 0,08 persen diantaranya adalah penderita bibir sumbing.

Diwartakan Kompas.com Jumat (28/7/2017), terdapat berbagai penyebab bibir sumbing, di antaranya kekurangan asam folat, vitamin B6, dan zinc selama masa kehamilan.

Selain itu, ibu hamil juga tidak boleh mengonsumsi sembarang obat. Setiap obat yang ditelan harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu.

Korban bullying

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priyono, menyebutkan penderita bibir sumbing di wilayah kerjanya kerap mengalami masalah kepercayaan diri.

“Ini kan soal estetika, karena itu penderita bibir sumbing di Kupang menjadi tidak percaya diri untuk bersosialisasi,” ujar Rudi.

Ihwal pernyataan Rudi turut diakui oleh Shandry, terlebih saat bercengkrama dengan teman-temannya, ketika itu, ia kerap menjadi bahan olok-olok.

“Saya jadi jarang keluar rumah dan berdiam diri saja di rumah,” ucap dia.

Baca jugaKisah Painah, Berjualan Jamu Gendong di Usia Senja Agar Bisa Makan

Dalam kesempatan yang sama, Direktur RS St. Carolus Borromeus Dr Herly Soedarmadji menyebutkan Victor dan Shandy hanya segelintir dari 200 warga NTT yang mengalami bibir sumbing.

Penderita urung berobat karena keterbatasan biaya dan letak rumah sakit relatif jauh dari tempat tinggal.

Menurut dia, biaya operasi di NTT membutuhkan biaya minimal Rp 3 juta, tergolong berat bagi penderita berpenghasilan rendah.

“Ada pasien dari Atambua, naik kapal hingga satu malam demi menuju rumah sakit,” ujar Herly.

Namun para penderita bibir sumbing rela menempuh perjalanan jauh demi mendapat layanan operasi gratis.

Senyum Victor jelang menjalani operasi bibir sumbing gratis yang digelar PT Sido Muncul.MICO DESRIANTO/Kompas.com Senyum Victor jelang menjalani operasi bibir sumbing gratis yang digelar PT Sido Muncul.
“Biasanya mereka dengar ada kegiatan sosial dari gereja atau masjid,” ucap dia.

Maka tak heran, saat PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk hendak kembali melakukan operasi bibir sumbing gratis di St. Carolus Borromeus Kupang, puluhan penderita langsung mendaftarkan diri.

“Dalam 3 bulan, kami mendapatkan 20 orang penderita bibir sumbing peserta program operasi gratis dari Sido Muncul," terang Herly.

Upaya mengembalikan senyum

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan kegiatan ini merupakan yang kedua kali bagi perusahaannya.

Tahun lalu, kegiatan serupa mampu melayani 30 orang pasien atau penderita bibir sumbing.

Irwan berharap penderita mendapatkan hidup normal dan meningkatkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi.

Sido Muncul memberikan total bantuan senilai Rp113.000.000 yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Public Relations Sido Muncul Hendrik kepada dr. Herly Soedarmadji selaku Direktur RS ST. Carolus Borromeus.MICO DESRIANTO/Kompas.com Sido Muncul memberikan total bantuan senilai Rp113.000.000 yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Public Relations Sido Muncul Hendrik kepada dr. Herly Soedarmadji selaku Direktur RS ST. Carolus Borromeus.
“Bantuan ini kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kami berharap agar operasi berjalan lancar, pasien-pasien dapat kembali tersenyum,” papar Irwan dalam pernyataan tertulis yang Kompas.com terima, Selasa (17/7/2019).

Sebagai informasi, Sido Muncul memberikan total bantuan senilai Rp113 juta yang diserahkan langsung secara simbolis oleh Public Relations Sido Muncul Hendrik kepada Herly Soedarmadji selaku Direktur RS St. Carolus Borromeus.

Adapun 20 peserta operasi bibir sumbing tersebut di antaranya adalah Victor dan Shandry.

Kepada Kompas.com, Victor mengaku ingin mencari pekerjaan setelah masalah bibir sumbingnya selesai.

Selama ini, Victor hanya mengisi hari-harinya di rumah dengan kondisinya yang seperti itu.

“Inginnya punya pekerjaan, apa saja asal baik di mata tuhan,” tutup Victor.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Regional
Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Regional
Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Regional
686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

Regional
Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Regional
Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Regional
4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

Regional
Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Regional
Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Regional
2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

Regional
Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Ruang Publik dan Tempat Wisata di Wonogiri Tutup Selama Zona Merah

Ruang Publik dan Tempat Wisata di Wonogiri Tutup Selama Zona Merah

Regional
Jalan Trans Flores Tertutup Material Longsor, Akses Transportasi Lumpuh 5 Jam

Jalan Trans Flores Tertutup Material Longsor, Akses Transportasi Lumpuh 5 Jam

Regional
14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Bencana Tinggi, BPBD Ingatkan Ini

14 Daerah di Jabar Masuk Kategori Bencana Tinggi, BPBD Ingatkan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya