BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Kisah Painah, Berjualan Jamu Gendong di Usia Senja Agar Bisa Makan

Kompas.com - 20/05/2019, 03:30 WIB
Di usia senja Painah harus bekerja keras untuk bertahan hidup dengan berjualan jamu gendong MICO DESRIANTO/Kompas.comDi usia senja Painah harus bekerja keras untuk bertahan hidup dengan berjualan jamu gendong

YOGYAKARTAKOMPAS.com - Semua orang tentu mendambakan kehidupan yang menyenangkan saat memasuki usia senja.

Namun, bagi Painah (73), seorang warga di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, hal tersebut hanyalah angan-angan.

Agar dapat bertahan hidup di usianya yang senja, Painah harus berjalan puluhan kilometer untuk berjualan jamu gendong. Padahal, kondisi fisiknya sudah tak seperti dulu lagi.

Berat badannya pun semakin hari semakin berkurang. Bahkan tak jarang, ia harus menepi akibat kakinya sudah tak kuat lagi melangkah jauh.

Namun, hal tersebut ikhlas ia lalui, karena tidak ada cara lain untuk dapat bertahan hidup.

"Suami saya sudah meninggal, jadi kepada siapa lagi saya dapat mendapatkan penghasilan selain mengandalkan diri sendiri," ujar Painah kepada Kompas.com, Jumat (17/5/2019).

Adapun jamu gendong yang dijualnya bukanlah miliknya sendiri, melainkan milik salah seorang warga yang sudah lama dikenal. 

Dari hasil penjualan, Painah menerima jatah uang 50 persen dari hasil jualan.

Penghasilan Painah

Keseharian Painah dimulai sejak pagi. Ia ke tempat produsen jamu gendong untuk menjemput rezeki. 

Dengan berjualan selama kurang lebih 8 jam, rata-rata dirinya dapat mengantongi pendapatan Rp 20.000.

Jumlah yang didapat itu, kata dia, tak selalu penuh. Pernah suatu waktu ia pulang dengan tangan hampa. Jualannya tak laku.

"Upahnya habis dipakai naik angkutan umum," papar Painah.

Kisah Painah menjadi segelintir contoh banyaknya lansia yang mesti bekerja keras demi menyambung hidup.

Meskipun tak banyak perhatian tercurah untuk lansia seperti dirinya, pada Ramadhan biasanya masih ada pihak yang memperhatikan mereka. Salah satunya PT Berlico Mulia Farma.

Perusahaan farmasi bagian dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul itu memberikan santunan kepada 1.000 kaum dhuafa di Yogyakarta.

Amanah dari ibu

Bertempat di Gedung Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta, dana santunan diserahkan langsung secara simbolis oleh Direktur PT Berlico Mulia Farma Irwan Hidayat yang juga merupakan Direktur Sido Muncul.

Perihal bantuan tersebut, Irwan menceritakan jika kegiatan ini merupakan wujud bakti terhadap orangtua.

"Saya ke sini untuk memenuhi amanat ibu kandung yang menyuruh mencintai orangtua atau lansia. Katanya kasihan, pasti butuh perhatian karena rawan sakit-sakitan," ujar Irwan Hidayat.

Irwan Hidayat selaku direktur PT Berlico Mulia Farma secara simbolis memberikan santunan kepada 1000 kaum Dhuafa Yogyakarta Irwan Hidayat selaku direktur PT Berlico Mulia Farma secara simbolis memberikan santunan kepada 1000 kaum Dhuafa Yogyakarta
Melalui bantuan tersebut, Irwan Hidayat berharap dapat bermanfaat dan membantu sebagian kecil kebutuhan mereka terutama dalam menyambut Hari Raya Lebaran. 

Tak terkecuali Painah yang turut mendapatkan santunan.

Kepada Kompas.com, dirinya tak dapat menyembunyikan rasa gembira karena mendapat perhatian dari PT Berlico Mulia Farma.

"Senang sekali, terima kasih untuk pak Irwan Hidayat dan PT Berlico Mulia Farma," ucap Painah.

Sebagai tambahan, pada awal tahun ini PT Berlico Mulia Farma juga memberikan bantuan bagi penderita hydrocephalus di Semarang dan bantuan rumah singgah bagi penderita kanker di Yogyakarta. 

Sepanjang 2019, PT Berlico Mulia Farma akan fokus melaksanakan kegiatan sosial lainnya seperti operasi katarak gratis dan operasi bibir sumbing gratis.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Kuku Bocah 9 Tahun Dicabut, Tubuh Disundut Rokok

Diduga Dianiaya Ayah Tiri, Kuku Bocah 9 Tahun Dicabut, Tubuh Disundut Rokok

Regional
Tiba di Jeddah saat Penangguhan Terbit, 30 Jemaah dari Gresik Diizinkan Menunaikan Umrah

Tiba di Jeddah saat Penangguhan Terbit, 30 Jemaah dari Gresik Diizinkan Menunaikan Umrah

Regional
Viral Penjual Es Curi Susu Bayi dan Kepergok Polisi, Ini Penjelasannya

Viral Penjual Es Curi Susu Bayi dan Kepergok Polisi, Ini Penjelasannya

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal Masalah Kemacetan, Berakhir Damai

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Berawal Masalah Kemacetan, Berakhir Damai

Regional
Menantu Bunuh Mertua dengan Keji Gegara Tak Dipinjami Rp 3 Juta

Menantu Bunuh Mertua dengan Keji Gegara Tak Dipinjami Rp 3 Juta

Regional
Cita-cita Delis Jadi Polwan Kandas karena Dibunuh Ayahnya hingga Dibuang ke Gorong-gorong

Cita-cita Delis Jadi Polwan Kandas karena Dibunuh Ayahnya hingga Dibuang ke Gorong-gorong

Regional
komentar di artikel lainnya