Respons Risma Ketika Tahu Ada SMP Swasta Hanya Dapat 2 Siswa Baru

Kompas.com - 17/07/2019, 21:55 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYA, KOMPAS.com - SMP Gatra Surabaya dan SMP PGRI 5 Surabaya hanya mendapatkan dua siswa baru pada tahun ajaran 2019/2020.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut mengomentari salah satu SMP swasta di Surabaya yang mendapatkan siswa baru dengan jumlah sedikit itu.

"Ya enggak apa-apa. Biaya operasionalnya kita bantu satu rombel (rombongan belajar). Tapi, memang gitu itu tidak bisa kita paksakan, orang itu kan pasti memilih (sekolah) yang baik. Ya, kita enggak bisa. Pasti persaingannya ketat. Termasuk (sekolah) negeri pun, kalau jelek ya enggak akan laku," kata Risma, Rabu (17/7/2019).

Menurut Risma, kalau ada sekolah swasta bagus, orangtua siswa akan memilih sekolah yang bagus. Karena itu, kualitas sekolah, kata dia, akan sangat menentukan untuk bisa menggaet calon siswa.

Baca juga: Cerita Guru SMP Swasta, Menangis karena Cuma Dapat 2 Siswa Baru

Namun, dirinya menegaskan bahwa sekolah swasta dengan jumlah minim tetap akan dibantu per rombel sehingga tetap bisa beroperasional.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan operasional pendidikan daerah (BOPDA).

"Nanti (BOPDA) dikasihkan, kan lagi penataan. Kan ndak bisa serta-merta, dari dulu juga begitu. Karena harus didata yang benar. Kami belum tahu tahu detailnya," ujar Risma.

Sebelumnya, Kepala SMP Gatra Abdul Aziz menyampaikan bahwa kondisi sulit dan tertekannya SMP swasta itu tidak berlepas dari kebijakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya yang menambah ribuan pagu SMP negeri.

Ini berdampak serius pada rekrutmen siswa baru sekolah swasta.

Baca juga: Aset YKP Kembali, Risma hingga 10 Pejabat Pemkot Diambil Sumpah

"Kebijakan ini tidak berpihak kepada SMP swasta. Sepanjang sejarah baru kali Ini sekolah kami hanya mendapat 2 siswa. Apakah akan kami bubarkan, leluhur kami menghendaki layanan pendidikan ini harus tetap ada," kata Aziz.

Kepala SMP PGRI 5 Surabaya Hentri Poerwidajati mengaku pasrah dengan kondisi sekolahnya karena hanya menerima 2 siswa baru.

"Mbok ya SMP swasta seperti kami diperhatikan. Setidaknya kebijakan itu berpihak kepada majunya sekolah swasta. Tidak dibeda-bedakan begini," kata Hentri.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Maria Geong Siap Maju di Pilkada Manggarai Barat

Wakil Bupati Maria Geong Siap Maju di Pilkada Manggarai Barat

Regional
Fakta Baru Kepsek Perkosa Siswi SD, Gunakan 3 Foto Bugil untuk Mengancam

Fakta Baru Kepsek Perkosa Siswi SD, Gunakan 3 Foto Bugil untuk Mengancam

Regional
Polisi Jadi Imam Shalat di Penjara Viral, Diminta Tahanan hingga Terpaksa Direkam

Polisi Jadi Imam Shalat di Penjara Viral, Diminta Tahanan hingga Terpaksa Direkam

Regional
Polisi Temukan Batu di Tas BN, Pria Asal Sragen yang Tewas Mengapung di Teluk Penyu

Polisi Temukan Batu di Tas BN, Pria Asal Sragen yang Tewas Mengapung di Teluk Penyu

Regional
Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Regional
1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

Regional
Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Regional
Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Regional
Penjelasan Sekolah soal 'Study Tour' yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Penjelasan Sekolah soal "Study Tour" yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Regional
Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Regional
Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Regional
Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Regional
Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

BrandzView
Jemaah Umrah Asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Jemaah Umrah Asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Regional
7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan meski Diguyur Hujan, Ternyata...

7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan meski Diguyur Hujan, Ternyata...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X