Rayakan Pertemuan Jokowi-Prabowo, Dedi Mulyadi Gelar Wayang dan Khitanan Massal

Kompas.com - 14/07/2019, 17:49 WIB
Ketua TKD Jawa Barat Dedi Mulyadi di tengah acara khitanan massal merayakan pertemuan Jokowi-Prabowo, Sabtu (13/7/2019). KOMPAS.com/ HANDOUTKetua TKD Jawa Barat Dedi Mulyadi di tengah acara khitanan massal merayakan pertemuan Jokowi-Prabowo, Sabtu (13/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku bersyukur dua orang tokoh nasional paling berpengaruh di Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, telah bertemu dalam rangka rekonsiliasi. 

Untuk memperingati Momen pertemuan antara Prabowo dan Jokowi, Dedi Mulyadi langsung menggelar tasyakuran ngaruat diri dan khitanan massal untuk 206 orang anak.

Tasyakuran digelar di Purwasari, Kabupaten Karawang, Sabtu (13/7/2019) kemarin. Menurut Dedi, momen pertemuan tersebut merupakan hal yang harus diapresiasi dan disyukuri karena menandai telah selesainya kegiatan politik Indonesia yang cukup menegangkan.

"Momen pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo harus disyukuri. Bahkan puncaknya, saya gelar kenduri dengan kegiatan ngaruat diri empat dalang dan khitananan sebanyak 206 anak," ujar Dedi saat dihubungi, Minggu (14/7/2019).

Baca juga: Dedi Mulyadi: Sebelum Pilpres Oposisi, Setelah Pemilu Jadi Negosiasi

Lebih lanjut Dedi menjelaskan, syukuran tersebut memiliki filosofi sudah saatnya seluruh elemen bangsa Indonesia secara bersama-sama membangun bangsa. Hal tersebut ditandai dengan seni gotong singa dan gelaran 4 dalang Wayang Golek, yaitu dalang Dadan Sunandar Sunarya, Wawan Dede Amung, Apep Hudaya dan dalang Yudhistira Manunggaling Hurip.


"Kegiatan seni, gotong singa yang mencerminkan bahwa bangsa ini harus digotong secara bersama-sama. Kemudian nanti pagelaran 4 dalang sesungguhnya adalah sebuah peristiwa budaya di mana hari ini ada pertemuan antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo," jelas Dedi.

Dedi berharap, momen pertemuan Prabowo dan Presiden Jokowi bisa menurunkan ketegangan politik di Indonesia, serta membuat banyak orang bahagia serta menjadikan sedikit orang yang kecewa.

"Insya Allah pertemuan ini bisa buat bahagia banyak orang karena kita melepaskan diri dari ketegangan politik yang baru berakhir. Kalaupun ada yang kecewa, mungkin bisa jadi juga orang yang tidak menyukai bangsa ini tentram, aman dan damai serta merah putihnya berkibar dengan sempurna," tuturnya.

Dedi optimistis akan ada dampak positif bagi masyarakat dari pertemuan tersebut. Di antaranya ketentraman bagi seluruh masyarakat Indonesia, ketentraman para pelaku ekonomi serta masyarakat secara umum.

"Karena orang Indonesia itu senang damai, tentram, walaupun misalnya di media sosial ada yang kecewa, hal itu cukup biasa. Yang terpenting dampaknya sangat baik buat Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Jangan Dikte Presiden soal Penunjukan Menteri

 

Selain itu, Dedi berharap Prabowo bersama Partai Gerindra bisa tetap menjadi oposisi dan mengawasi jalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Meski demikan, Dedi menilai persahabatan Jokowi dan Prabowo masih tetap terjaga lewat pertemuan tersebut.

"Yang paling penting Pak Prabowo dan Pak Jokowi itu tidak ada permusuhan. Keduanya bersahabat. Kemudian andaikata berbeda paham, pandangan, karena itu adalah faktor politik di mana kedua-duanya harus mencari simpati kepada para pemilih. Tidak ada lagi cebong kampret, yang ada garuda Indonesia Pancasila," tandasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6.919 Ternak Babi Mati Diserang Virus ASF, Pemkab Belu Harap Bantuan Segera Turun

6.919 Ternak Babi Mati Diserang Virus ASF, Pemkab Belu Harap Bantuan Segera Turun

Regional
KPU Sulut Siap Layani Pasien Positif Corona Gunakan Hak Pilih, Begini Mekanismenya

KPU Sulut Siap Layani Pasien Positif Corona Gunakan Hak Pilih, Begini Mekanismenya

Regional
Cerita Kakek 72 Tahun Kumpulkan 2.900 Telur Penyu dalam Sebulan, Dijaga sampai Menetas

Cerita Kakek 72 Tahun Kumpulkan 2.900 Telur Penyu dalam Sebulan, Dijaga sampai Menetas

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Berakhir, Jumlah Pasien yang Sembuh Meningkat

PSBB Kabupaten Bogor Berakhir, Jumlah Pasien yang Sembuh Meningkat

Regional
Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Regional
Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Regional
Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Regional
Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Regional
14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

Regional
Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Regional
Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Regional
Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Regional
Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Regional
Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Regional
Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X